Sejak cuaca sering panas, Raya kepikiran untuk membuat es batu di kos-nya. Tujuannya agar sepulang dari kampus, ia bisa menikmati minuman dingin dengan es baru sembari beristirahat.
Setelah membeli cetakan es batu, malam harinya, Raya mengisi cetakan tersebut dengan air dan menyimpannya di kulkas kosan. Kulkas tersebut adalah kulkas bersama yang posisinya berada di dapur.
Keesokan harinya, sepulang dari kampus, Raya langsung menuju dapur. Ia mengambil gelas dan mengisinya dengan air putih setengah. Lalu ia membuka kulkas, untuk mengambil es batu.
Baca Juga: ALAMAK!!! Sakit Gara-Gara Menunggu
Namun, Raya kaget. Karena mendapati es batunya yang masih cair. ”Loh kok masih cair. Oh mungkin tadi mati lampu,” gumamnya dalam hati.
Keesokan harinya, Raya bertambah kaget melihat cetakan tersebut sudah kosong. ”Pasti ada yang ngambil nih,” gumamnya geram.
Namun, ia masih sabar. Ia mengisi kembali dan berharap di malam hari, es tersebut sudah membeku dan ia bisa menikmatinya.
Baca Juga: ALAMAK!!! Disangka Kota Bandung
Lagi-lagi, saat malam tiba, ia mendapati air es masih cair. Bahkan, air yang berada dalam cetakan pun suhunya tidak dingin sama sekali.
Raya semakin curiga. Ia pun sangat kesal karena merasa dicurangi oleh teman satu kost-annya. Akhirnya, diam-diam Raya mengisi air garam di cetakan es batu tersebut.
Pagi harinya, ia mendengar ada orang membuka kulkas. Cepat-cepat ia mengendap ke dapur mengintip siapa yang membuka kulkas. Ia melihat dari balik dinding, seorang teman kosnya bernama Uli tengah mengambil es batu miliknya.
Baca Juga: ALAMAK!!! Minum Obat
Raya membiarkannya. Sampai akhirnya Uli meminum air dengan es batu tersebut. ”Uhuk-uhuk. Kok asin sih. Pwih-pwih,” kata Uli.
Saat itulah Raya keluar dari persembunyiannya. ”Asinnya... Iyalah, kan aku kasih garam. Makanya jangan suka nyuri punya orang,” kata Raya.
Muka Uli langsung memerah. Ia malu sekali. ”Eh, punya kamu, ya. Maaf ya aku gatau,” kaya Uli.
Setelah itu, Raya pun melapor kepada ibu kos dan akhirnya Uli diberi sanksi tidak oleh pihak kos.(azr)
Editor : Arif Oktafian