Malam sudah larut, jalanan mulai sepi. Perjalanan pulang yang seharusnya menjadi penutup hari yang menyenangkan berubah menjadi mencekam.
Malam itu, Aswin dan Doni dengan mengendarai sepeda motor pulang dari nongkrong. Mereka akan pulang ke kosan mereka.
Di tengah perjalanan lampu sepeda motor mendadak mati. Padahal, jalan menuju ke kosan gelap karena belum ada lampu penerangan jalan. Dan kiri kanan jalan belum banyak bangunan rumah warga. Tak ada cahaya bulan karena Pekanbaru sedang diselimuti kabut asap.
Baca Juga: ALAMAK!!! Dijambak Monyet
Perjalanan itu pun terasa seperti petualangan di tengah kegelapan.
Aswin yang membawa motor harus mengurangi kecepatan agar tidak menghantam lubang di jalan. Sementara Doni yang duduk di belakang menyalakan lampu senter dari handphone-nya.
Dengan cahaya seadanya, mereka mencoba memberi tanda kepada pengguna jalan lain bahwa ada motor yang sedang melintas. Pemandangan itu mungkin mengundang senyum, tetapi bagi Aswin dan Doni, cahaya kecil itu menjadi penyelamat di tengah malam yang gelap.
”Kita harus sampai di kosan sebelum baterai hape habis. Kalau tidak bakal alamaak…!!!,” kata Doni sambil tertawa.
Baca Juga: ALAMAK!!! Es Batu Asin
Perjalanan terus berlanjut dengan kecepatan yang membuat orang mungkin bertanya-tanya, apakah motor mereka sedang kehabisan tenaga atau pengendaranya sedang menikmati suasana malam. Sesekali, perhatian mereka tertuju pada layar handphone yang dijadikan lampu darurat dan barulah mereka mengerti apa yang terjadi.(ilo)
Editor : Arif Oktafian