BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Ribuan hektare lahan perkebunan masyarakat di Desa Simpang Ayam, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Riau dihantam abrasi air laut.
Longsornya lahan perkebunan, tepatnya di Dusun 03 Simpang Ayam R 02/RW 06 Desa Simpang Ayam, selain diterjang abrasi juga akibat hujan deras yang terjadi pada, Sabtu (10/12/2022) malam sampai Ahad (11/12/2022) dini hari..
Lahan yang terdampak abrasi di 1 titik lokasi masing-masing luasnya memcapai 1000 x 1000 meter, dengan kedalaman 4 meter dengan titik koordinat 1°36'7,668" N 102°3'28,896"E.
Terhadap kondisi itu, Danramil 01 Bengkalis Kapten Cpl Farimus Hendriko didampingi Kepala Desa Simpang Ayam Mujiono meninjau lokasi perkebunan masyarakat yang terkena dampak longsor dan abrasi, Ahad (11/12/2022) pagi.
Kades Simpan Ayam Mujiono mengatakan, bahwa abrasi yang terjadi di Desa Simpang Ayam ini sudah cukup lama, dan Pemerintah Desa juga sudah sering mengikuti rapat terkait hal tersebut, namun hingga saat ini belum ada tanggapan baik Pemerintah Daerah dan Provinsi Riau serta Pemerintah Pusat.
"Kami mohon kepada Pemerintah Daerah agar tidak menutup mata dengan kejadian yang terjadi di desa kami saat ini, apa lagi guyuran hujan yang begitu tinggi di bulan ini, membuat ribuan hektar perkebunan masyarakat terdampak abrasi dan juga diakibatkan kanal kanal perusahan PT Meskom Agro Sarimas (MAS) yang tidak berfungsi," ujar Mujiono.
Kades juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas perkebunan di daerah yang saat ini masih parah.
"Kami minta kepada seluruh masyarakat Desa Simpang Ayam untuk tidak melakukan aktivitas di wilayah yang terdampak abrasi," harap Kades.
Selain itu Danramil 01 Bengkalis Kapten Cpl Farimus Hendriko saat meninjau lokasi perkebunan masyarakat yang terdampak abrasi juga mengatakan, bahwa kejadian ini yang mempunyai tanggung jawab terhadap wilayah binaan, dan akan segera menindaklanjuti dan mengkoordinasikan dengan komando atas serta membahasnya saat rapat bersama Pemkab Bengkalis.
"Keadaan geografis Desa Simpang Ayam terletak di bagian Barat Pulau Bengkalis yang berhadapan dengan Selat Malaka dan beberapa hari ini curah hujan yang tinggi dan ombak laut yang sangat kencang sehingga mengakibatkan tergerusnya bibir pantai dan mengakibatkan tanah bergeser dan abrasi," ujar Danramil.
Danramil juga berpesan, kepada Babinsa agar selalu memantau lokasi tersebut dan segera melaporkan.
"Kita minta kepada Babinsa agar selalu memonitor jika terjadi cuaca buruk dan selalu melaporkan ke Danramil 01/Bengkalis tentang situasi Desa binaannya," harapnya.
Laporan: Abu Kasim (Bengkalis)
Editor: E Sulaiman
Editor : Edwir Sulaiman