Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Warga Duri Keluhkan Tumpukan Sampah Menggunung

Abu Kasim • Selasa, 9 Januari 2024 | 13:15 WIB

DURI (RIAUPOS.CO) - Kondisi tumpukan sampah yang membludak di tempat penampungan sementara (TPS) tak jauh dari Kantor Lurah Talang Mandi, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis sangat memprihatinkan.

Kondisi sampah menumpuk di jalan lintas Duri-Dumai tak juah Kantor Lurah Talang Mandi, Kecamatan Mandau, Selasa (9/1/2024).
Kondisi sampah menumpuk di jalan lintas Duri-Dumai tak juah Kantor Lurah Talang Mandi, Kecamatan Mandau, Selasa (9/1/2024).

Kondisi itu diperparah oleh curah hujan yang tingga dan sampah tak kunjung ditangani, membuat aroma busuk meyeruak ke mana-mana.

Pemandangan yang tak elok dan aroma busuk akibat dari tumpukan sampah, membuat masyarakat sekitar dan para pengguna jalan mengalami ketidaknyamanan.

"Kamis sangat menyangkan, sampah yang menumpuk cukup lama tak kunjung diangkut oleh petugas, sehingga sampah menjadi berserakan dan menimbulkan bau busuk ke mana-mana," ujar Kepala Humas Gerakan Mahasiswa Duri (Germadu)
Michael Graceson kepada Riaupos.co Selasa (9/1/2024).

Ia menegaskan, salah satu hak dasar dari setiap orang adalah mendapatkan lingkungan yang bersih dan sehat. Mengingat Perda kabupaten Bengkalis No.2 tahun 2015 tentang Pengelolaan Sampah, yang mengamanatkan bahwa Pemerintah Daerah dan dinas terkait bertanggung jawab terhadap pengelolaan sampah di daerah.

Menurutnya, keadaan tumpukan sampah yang membludak tersebut, memperlihatkan bahwa pemerintah daerah melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bengalis dan kebersihannya tidak serius dalam hal ini.

Hal inilah yang menjadi dasar bagi pemuda-pemudi yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Duri (Permadu) untuk mengkritik kinerja Pemkab Bengkalis dan DLH yang tidak serius menangani persoalan sampah.

"Pemerintah setempat melalui Kelurahan Talang Mandi memang membuat peringatan melalui spanduk, untuk tidak membuang sampah secara sembarangan, namun hal ini tidaklah menyelesaikan persoalan tumpukan sampah tersebut," ujarnya.

Sebab kata Michael Graceson, yang menjadi permasalahannya yaitu sampah-sampah di TPS tersebut tidak diangkut dan dibereskan dengan baik oleh dinas terkait sehingga menjadikan tumpukan sampah yang berlebihan.

"Kami mengamati dan dengan kekhawatiran bahwa penumpukan sampah yang terjadi merupakan hasil dari kurangnya pengelolaan yang efektif, dan kurangnya langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah setempat dalam mengatasi masalah ini. Maka akan berdampak pada pencemaran udara dan air, serta potensi penyebaran penyakit," ujarnya.

Ia menjelaskan, ini memperlihatkan estetika lingkungan, memperhitungkan volume sampah dan mengurangi timbulnya aroma tidak sedap sudah menjadi poin penting dalam persyaratan teknis bagi tempat penampungan sementara sampah.

"Kami juga menyoroti beberapa persoalan yang perlu perhatian serius dari pemerintah. Di antaranya, kurangnya infrastruktur pengolahan sampah yang memadai hingga menyebabkan penumpukan di tempat pembuangan sementara. Lalu, kurangnya koordinasi dan kolaborasi antara pemerintah setempat atau dinas terkait dengan masyarakat dalam mengatasi masalah penumpukan sampah ini," ujar Michael.

Terhadap persoalan itu, Kepala DLH Kabupaten Bengkalis Ed Effendi yang dikonfirmasi melalui telepon genggamnya tak menjawab. Demikian juga melalui pesan singkat WhatsApp-nya juga tak dibalas.

Sementara itu, Kepala Bidang Kebersihan DLH Bengkalis, Saleh yang dikonfirmasi melalui telelon genggamnya juga tak menjawab, termasuk melalui pesan singkat WhatsApp-nya juga tak dijawab.

Laporan: Abu Kasim (Duri)



Editor : RP Edwir Sulaiman
#Dinas Lingkungan Hidup (DLH) #Tempat Pembuang Akhir #sampah menumpuk