BENGKALIS (RIAUPOS.CO)- Ratusan pelanggan air bersih yang dikelola oleh Perumda Tirta Terubuk Bengkalis dikeluhkan sebagian pelanggan. Karena sudah beberapa pekan ini kondisi air yang mengalir ke rumah masyarakat sering macet dan bahkan tanpa air.
“Sudah beberapa hari ini air PDAM macet dan tak mengalir ke rumah. Kalau pun ada, airnya sangat sedikit dan tidak bisa dipergunakan untuk mandi, mencuci maupun memasak,” ujar salah seorang pelanggan PDAM Bengkalis Ani, Senin (3/6).
Ia menyebutkan, dengan kondisi air yang sulit dan hanya mengandalkan air PDAM, maka untuk penggunaan air dalam rumahnya menjadi terkendala. Bahkan untuk mandi harus menumpang di rumah tetangganya yang ada sumur biasa.
“Kami mengharapkan agar pelayanan air bersih melalui PDAM Bengkalis ini, pelayanannya diperbaiki. Karena kami sangat memerlukan air untuk keperluan rumah tangga,” harapnya.
Terhadap kendala itu, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Terubuk meminta maaf kepada seluruh pengguna layanan PDAM, menyusul ada gangguan layanan, dampak dari perbaikan saluran pipa primer yang sudah tua.
“Kami atas nama jajaran manajemen mohon maaf kepada pelanggan, karena layanan kami terganggu akibat adanya perbaikan pada pipa, sehingga kondisi air bersih sejak tadi pagi pukul 10.00 WIB dimatikan total,” ujar Kepala Bagian Teknik Perumda Air Minum Tirta Terubuk Abel Iqbal.
Ia menjelaskan, di samping itu juga kerusakan atau kebocoran terjadi di pipa air baku secara keseluruhan, sudah keropos di bagian dalam akibat keasaman air baku dan rencana kedepan akan dilakukan penggantian dari besi ke pipa karet.
“Saat ini debit air nano 50 liter per detik sedangkan pompa distribusi rencana akan dinaikkan ke 50 liter per detik. Karena selama ini kapasitas pompa 35 liter per detik tidak mampu mendistribusikan air untuk jam puncak ke pelanggan,” ujar Abel yang namanya baru saja ditetapkan sebagai Direktur PDAM Tirta Terubuk Bengkalis.
Abel Iqbal menjelaskan, untuk menyetabilkan air produksi nano filter dan memaksimalkan jam puncak 50 Liter per detik, kemudian volume reservoar harus ditingkatkan agar kestabilan air masuk dan keluar reservoar dapat terjaga.
“Pada pukul 15.35 WIB tanggal 2 Juni lalu kami sudah mulai uji coba kembali distribusi air ke pelanggan. Ini akan kita ukur dan pantau terus supaya kontinuitas air distribusi dapat dijaga,” ujarnya.
Abel mengatakan, untuk pelanggan khusus Desa Kelapapati, Sungai Alam dan sekitarnya, PDAM Tirta Terubuk telah merencanakan perbaikan pendistribusiannya.
“Karena kondisi pipa yang ada saat ini di jaringan distribusi masih juga ditemukan kebocoran. Hal yang paling utama saat ini dikarenakan pipa utama 10 inci yang ada di jalur pipa Jalan HR Soebrantas sudah lama direncanakan untuk diganti dengan diameter 24 inci melalui kegiatan NUWSP APBN tahun 2022 namun belum terlaksana,” ungkapnya.
Abel memaparkan, pipa 10 inci yg terpasang berjenis PVC yang rencananya akan diganti dengan pipa HDPE, karena untuk menambah tekanan pompa sampai dengan 4 bar pipa PVC.
“Hal ini ke depannya pipa yang bermasalah akan diganti. Kami dari Perumda air minum Tirta Terubuk senantiasa terus untuk meningkatkan pelayanan terbaik,” ujarnya.(ksm)
Editor : RP Arif Oktafian