DURI (RIAUPOS. CO) – Seharusnya pada malam Ramadan diisi dengan kegiatan positif di rumah ibadah bagi umat Muslim, namun tak berlaku bagi ratusan remaja yang berada di Kelurahan Duri Timur, Kecamatan Mandau yang terlibat aksi tawuran pada, Selasa (4/3/2025) dini hari.
Ratusan remaja memadati jalan raya dan tampak saling adu kuat menggunakan batu, yang berbalut kain sarung. Mereka saling lempar batu dan juga kata-kata kotor.
Malam itu membuat suasana makin mencekam, karena aksi baku hantam itu makin meluas hingga aksi kejar-kejaran pun tak terkendali. Terdengar teriakan histeris emak-emak pun saling bersahutan melihat aksi menantang maut itu.
Seakan tak mau tahu, sejumlah warga yang turun melerai pun tak kuasa menahan jiwa muda ratusan remaja yang telah terbakar emosi.
Beruntung pada saat aksi, berlangsung datanglah petugas kepolisian dari Polsek Mandau dan spontan membubarkan aksi tawuran yang terkonsentrasi di sepanjang Jalan Baiturrahman. Tak jauh dari kantor orang nomor satu di kelurahan paling timur di kecamatan penghasil minyak bumi itu.
“Ya, ini sudah kedua kalinya terjadi. Sebelumnya juga terjadi di waktu yang sama. Kami coba lerai, tapi tak didengar. Bahkan semakin brutal,” ujar Saleh, salah seorang warga.
Sedangkan Kanit Reskrim Polsek Mandau, Iptu Irsanuddin Harahap saat dihubungi wartawan Senin (3/3/2025) malam kejadian mengaku, telah menerjunkan sejumlah personelnya ke lapangan.
”Terima kasih infonya,” ujarnya singkat.
Sementara keterangan Bhabinkamtibmas Kelurahan Duri Timur, Aipda Seno Prawiro menyebutkan, para pelaku tawuran sama sekali tidak dari remaja di kelurahan yang dinaunginya, melainkan tamu dari luar Kelurahan Duri Timur.
“Tidak anak-anak kita. Hanya perang sarung, ternyata dari luar. Ini kami masih melacak penyebab terjadinya perang sarung ini. Mudah-mudahan cepat selesai,” ucapnya.
Meski belum diketahui penyebab tawuran ratusan remaja itu, namun hingga berita ini diturunkan, Bhabinkamtibmas Kelurahan Duri Timur dibantu sejumlah personel kepolisian masih tampak berjaga dilokasi tawuran.(ksm)
Editor : Edwar Yaman