BENGKALIS (RIAUPOS.CO) -- Selama dua pekan Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriyah, sejumlah bahan pokok di Kabupaten Bengkalis mengalami kenaikan yang signifikan, khususnya di pasar tradisional Pasar Terubuk.
Sehari lalu harga cabai rawit mencapai Rp80 ribu per kilogram (Kg), kini harga cabai merah keriting asal Sumbar mencapai Rp100 ribu per kg.
Dari pantauan di lapangan, pasokan barang dari luar Pulau Bengkalis berjalan lancar, kendati di tengah ramainya jumlah pemudik pada arus balik Hari Raya Idulfitri di penyeberangan Ro-Ro Air Putih Bengkalis juga mengalami peningkatan.
Setelah harga cabai rawit yang meroket, disusul harga cabai merah keriting Bukittinggi mencapai Rp100 ribu per kg, bawang merah Rp45 ribu per kg, bawang putih Rp45 ribu per kg, kentang Rp20 ribu per kg, wortel Rp20 ribu per kg, tomat Rp20 ribu per kg, jahe Rp35 ribu per kg, santan Rp50 ribu per kg, ayam potong Rp30 ribu per kg, daging kambing Rp150 ribu per kg, daging sapi Rp160 ribu per kg.
Sedangkan harga ikan juga mengalami kenaikan, ditambah pasokkan ikan yang masih minim, sehingga pada pukul 10.00 WIB jumlah iklan lebih sedikit dari jumlah pembeli, sehingga membuat harga lebih mahal.
Seperti ikan tenggiri basah Rp95 per kg, ikan debok Rp75 ribu per kg, ikan talang Rp35 ribu per kg, ikan malong Rp65 ribu per kg, ikan selar Rp35 ribu per kg, ikan parang Rp55 ribu per kg, yang sebelumnya hanya Rp45 ribu per kg.
"Ya, ikan masih kosong. Makannya harga agak naik, karena ikan ini dipasok dari luar yakni Medan dan Padang. Sedangkan ikan lokal kita hanya sedikit," ujar Andi salah seorang pedagang di Pasar Terubuk Bengkalis, Kamis (10/4).
Ia menyebutkan, selama Idulfitri memang jumlah ikan yang masuk ke pasar tradisional Pasar Terubuk sangat terbatas. Ini disebabkan oleh nelayan yang masih melaksanakan hari raya bersama keluarga mereka.
Sedangkan pasokan bahan pangan lain di Pasar Terubuk Bengkalis diakui pedagang, sepekan lebaran ini jumlahnya sangat terbatas. Hanya cabai asal Sumbar saja yang masuk ke pasar, sedangkan cabai lain tidak ada.
"Ya, makanya mau tak mau harganya naik. Karena jenis cabai lain juga tidak masuk dan kita menjual sesuai harga pasaran yang kita ambil dari pemasok asal Sumbar dan menaikkan sedikit dari harga sebelumnya," ujar Yani, pedagang sayuran di Pasar Terubuk.
Ia mengaku, mendapat stok barang sangat sedikit. Karena harus berbagi dengan pedagang lain, baik yang ada di Pasar Terubuk maupun di luarnya. Seperti ke arah desa-desa yang ada di Pulau Bengkalis.
"Ya ini juga karena pemberlakukan sistem antrean di Ro-Ro Air Putih Bengkalis. Ini membuat mobil yang membawa barang pangan tertahan saat akan kembali ke daerahnya," ujarnya.
Terhadap kondisi itu, Kepala Dinas Pedagangan dan Perindustrian (Kadisdagrin) Bengkalis Zulfan ST menyebutkan, selama hari raya Idulfitri pasokan barang kebutuhan pokok di Pulau Bengkalis terpantau lancar dan jumlahnya masih terbatas. Kenaikan harga ini disebabkan jumlah pasokan barang sedikit, sedangkan kebutuhan masyarakat meningkat.
"Ya, secara umum harganya masih stabil. Hanya ada beberapa jenis barang pangan yang mengalami kenaikan. Sedangkan yang lain masih normal, seperti sayuran, cabai dan barang lain yakni semua jenis beras masih stabil," jelasnya.
Editor : Rinaldi