Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Kendaraan Kafilah MTQ Bakal Dibatasi, Maksimal 15 Kendaraan

Abu Kasim • Senin, 28 April 2025 | 11:06 WIB
Sejumlah kendaraan antre saat akan menyeberang menggunakan kapal Ro-Ro, baru-baru ini. Dishub Bengkalis bakal membatasi kendaraan kafilah yang masuk ke Pulau Bengkalis pada MTQ tingkat Provinsi Riau.
Sejumlah kendaraan antre saat akan menyeberang menggunakan kapal Ro-Ro, baru-baru ini. Dishub Bengkalis bakal membatasi kendaraan kafilah yang masuk ke Pulau Bengkalis pada MTQ tingkat Provinsi Riau.

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Menjelang pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Provinsi Riau yang akan digelar pada 21-28 Juni mendatang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis terus mematangkan berbagai persiapan, termasuk aspek transportasi penyeberangan dari Pulau Sumatera ke Pulau Bengkalis.

Sekretaris Daerah (Sekda) Bengkalis Ersan Saputra menyampaikan, saat ini pemerintah tengah mengatur jadwal keberangkatan masing-masing utusan dari kabupaten dan kota se-Provinsi Riau, khususnya yang akan menyeberang melalui Pelabuhan Sungai Selari menuju Pelabuhan Air Putih, Bengkalis.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayaran Dinas Perhubungan (Dishub) Bengkalis Edi Kurniawan menjelaskan, dalam rapat koordinasi terbaru telah disepakati adanya pembatasan jumlah kendaraan roda empat yang akan menyeberang.

“Nanti setiap kabupaten/kota, hanya diperkenankan membawa maksimal 15 kendaraan roda empat. Jumlah tersebut termasuk kendaraan VIP seperti mobil dinas bupati, wali kota dan jajaran adat,” jelasnya, akhir pekan kemarin.

Ia menyebutkan, sistem penyeberangan akan menggunakan pola selang-seling antara kapal rombongan kabupaten dan kapal reguler.

Misalnya, siang hari kapal digunakan untuk rombongan kabupaten, kemudian trip berikutnya untuk masyarakat umum.

Hal ini dilakukan agar distribusi penumpang dan kendaraan tetap tertib.

Edi mengatakan, untuk memudahkan identifikasi masing-masing kendaraan, dari utusan kabupaten akan diberi stiker khusus yang akan dikirimkan sebelumnya. 

“Dengan sistem ini, diperkirakan kalau per kabupaten 15 kendaraan, maka dua kabupaten bisa menggunakan satu kapal dalam satu trip. Selain kendaraan, pergerakan penumpang juga menjadi perhatian,” jelasnya, Jumat (25/4)

Menurutnya, untuk jumlah peserta dari tiap kabupaten/kota diperkirakan mencapai 300 orang.

Rombongan datang menggunakan bus agar lebih efisien dan bisa menyeberang badan dengan kapal penyeberangan umum.

Terkait armada kapal Ro-Ro Edi menyatakan tidak ada penambahan kapal baru, namun optimalisasi armada yang ada tetap dilakukan.

Tentu memaksimalkan tiga kapal per hari. Saat ini pihaknya masih menunggu docking kapal Persada Nusantara sebagai pengganti kapal Swarna Putri yang sudah tidak masuk dalam daftar angkutan MTQ, karena sudah jadwal docking.

Ia berharap, kedatangan rombongan dari kabupaten/kota tidak dilakukan secara bersamaan untuk menghindari kepadatan pelabuhan dan keterbatasan armada, jadwal akan segera di kirim ke kabupaten kota kalau sudah selesai 100 persen.

“Nanti kalau sudah siap atau selesai 100 persen, kita akan segera sosialisasi di seluruh kabupaten dan kota di Riau. Karena helat besar, maka persiapannya juga harus maksimal,” jelasnya.(gem)

Editor : Arif Oktafian
#mtq provinsi riau #mtq #kendaraan kafilah mtq dibatasi #pemkab bengkalis