BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Beredarnya video dugem di sebuah tempat hiburan malam di Kota Bengkalis yang viral di berbagai platform media sosial membuat resah berbagai kalangan masyarakat di Bengkalis.
Menyikapi itu, Ketua Umum Dewan Pengurus Harian (DPH) LAMR Kabupaten Bengkalis, Datuk Seri Syaukani Al Karim mengatakan, beredar dan viralnya video tersebut tidak hanya meresahkan, tapi juga akan memberikan dampak yang besar bagi masyarakat Bengkalis.
Baca Juga: Pesta Gol ke Gawang Persital, Pekanbaru FC Masuk 16 Besar Liga 4 Nasional
“Aktivitas seperti itu harus dihentikan. Selain bertentangan dengan nilai-nilai keislaman, juga berlawanan dengan prinsip-prinsip adat Melayu yang bersendikan syarak dan syarak kitabullah. Kami bahkan mendapatkan informasi, bahwa sudah ada beberapa titik di Pulau Bengkalis yang menggelar kegiatan tersebut," ujar Syaukani.
Ia menyebutkan, bahkan diduga tempat tersebut menjual minuman keras. Jika ini benar, tentu akan sangat membahayakan, khususnya bagi generasi muda.
Tidak hanya itu, keberadaan tempat-tempat dugem juga akan berpengaruh bagi upaya pemerintah dalam membangun Bengkalis menjadi Negeri yang Bermarwah.
Secara terpisah, Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) Kabupaten Bengkalis Datuk Seri H Ilham Noer juga mengaku, sangat terkejut dengan adanya aktivitas dugem di Kota Bengkalis.
Baca Juga: Jelang Waisak, Umat Buddha di Pekanbaru Lakukan Kegiatan Karya Bhakti di Taman Makam Pahlawan
Menurut Datuk Seri H Ilham Noer, fenomena dugem tersebut, harus segera disikapi oleh semua pihak. Bengkalis merupakan kota pelajar, dan para pelajar serta generasi muda perlu untuk diselamatkan dari berbagai pengaruh buruk.
"Karena itu, atas nama LAMR Kabupaten Bengkalis, kami meminta agar aktivitas itu dihentikan. Kami meminta, baik kepada pemerintah, serta para pihak terkait, untuk mengambil tindakan yang tegas dan terukur. Melarang serta menutup lokasi kegiatan, demi menjaga marwah kita bersama. Kami, akan segera rapat untuk menentukan sikap, dan akan mengeluarkan Warkah Petuah Amanah, terkait peristiwa yang viral tersebut, serta penyakit masyarakat lainnya,” tegas Datuk Seri H Ilham Noer.
Ia juga mengatakan, bahwa LAMR akan segera berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan yang ada di Bengkalis. Sehingga diperolah kesepahaman dalam memberantas penyakit masyarakat tersebut.
“Ya, LAMR akan segera berkoordinasi dengan berbagai pihak, seperti MUI, para ulama, tokoh masyarakat, penegak hukum, dan stakeholder lainnya, untuk membicarakan hal tersebut. Namun kami juga mengimbau kepada para orang tua, agar lebih memperhatikan pergaulan anak-anak kita, agar tidak terpengaruh kepada hal-hal yang dapat merusak masa depan,” tegas Datuk Seri H. Ilham Noer.(ksm)
Editor : Edwar Yaman