BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Guna mengantisipasi dan menjaga keselamatan pelayaran di perairan Pulau Bengkalis, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Bengkalis memperkuat pemantauan kondisi cuaca serta melakukan pengawasan ketat terhadap dokumen dan kelayakan kapal sebelum berangkat.
Bahkan setiap pagi, kabar terbaru informasi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara rutin dibagikan, melalui grup komunikasi antarkapal. Informasi ini menjadi acuan penting dalam menentukan izin berlayar, terutama dalam menghadapi perubahan cuaca yang cepat di wilayah perairan.
Baca Juga: Selain Bikin Panik, Angin Puting Beliung di Merbau Turut Jadi Tontonan Warga
“Ya, kalau kondisi cuaca dari BMKG, kami sudah tergabung dalam satu grup. Setiap subuh, info cuaca di-update dan langsung kami sampaikan ke grup kapal. Kalau cuaca bagus, silakan berlayar. Tapi kalau kurang baik, kami tunda keberangkatan,” jelas Koordinator Lalu Lintas Angkutan Laut dan Usaha Kepelabuhanan KSOP Bengkalis, Hariyanto, Selasa (6/5/2025).
Ia menegaskan, setiap kapal yang hendak berlayar wajib menunjukkan dokumen yang lengkap, termasuk dari pelabuhan asal seperti Dumai. KSOP juga memastikan bahwa informasi cuaca yang dikirimkan benar-benar dibaca dan dipahami oleh nakhoda sebelum perjalanan dimulai.
Baca Juga: Targetkan Seluruh Dusun di Riau Teraliri Listrik pada 2026, Gubri Abdul Wahid Datangi PLN Pusat
Namun katanya lagi, sejauh ini setelah Hari Raya Idulfitri hingga awal Mei, belum ada penundaan keberangkatan kapal akibat cuaca buruk. Meski angin kencang sempat terjadi pada malam hari, mayoritas aktivitas pelayaran dilakukan siang hari dan dalam kondisi aman.
“Kami bersyukur, sampai sekarang kondisi pelayaran masih baik. Untuk penumpang juga rata-rata berangkat siang hari, jadi tidak terlalu terdampak angin malam,” ujarnya.
Ia menyebutkan, tak hanya pelayaran komersial, KSOP Bengkalis juga memberi perhatian khusus kepada para nelayan. Walaupun tidak berada langsung di bawah pengawasan KSOP, para nelayan tetap diimbau untuk memperhatikan keselamatan dan tidak menyebar jaring di jalur pelayaran.
Menurutnya, para nelayan dianggap sudah cukup memahami kondisi cuaca. Tapi tetap, mereka wajib menggunakan alat keselamatan seperti pelampung. Pihaknya juga selalu pastikan agar jalur pelayaran tetap aman dari jaring nelayan.
Heriyanto juga mengungkapkan, bahwa tiap tahun KSOP bersama Dinas Kelautan dan Perikanan memiliki program pembagian pelampung kepada kelompok-kelompok nelayan. Selain itu, pembuatan dokumen legal seperti pas kecil juga terus didorong, mengingat pentingnya dokumen tersebut untuk akses BBM bersubsidi.
“Ya, mudah-mudahan tahun ini program pembagian pelampung masih berjalan. Kami rencanakan pembagian ini dilakukan untuk kelompok-kelompok seperti nelayan Meskom, Pambang, dan lainnya. Semoga anggarannya tersedia,” jelasnya.
Ia mengatakan, melalui sinergi antara pemantauan cuaca, pengecekan kelengkapan kapal, serta edukasi terhadap nelayan, KSOP Bengkalis terus berupaya menjaga keselamatan laut sekaligus mendukung keberlanjutan aktivitas pelayaran dan perikanan di wilayah pesisir Riau, khususnya di wilayah Bengkalis.(ksm)
Editor : Edwar Yaman