BENGKALIS (RIAUPOS.CO)- Pelayanan di Kantor Imigrasi Kelas II TPI Bengkalis secara resmi memberlakukan pelayanan paspor elektronik, dimulai sejak 1 Mei kemarin. Di mana sebelumnya Imigrasi masih menerapkan pembuatan paspor manual.
Kebijakan ini, juga merupakan arahan langsung dari Direktorat Jenderal Imigrasi, sebagai bentuk transformasi digital di bidang keimigrasian. Sejak pemberlakuan ini, dalam waktu enam hari sudah 259 paspor elektronik diterbitkan pihak Imigrasi Bengkalis.
“Sampai saat ini, udah ada 259 paspor elektronik yang diterbitkan Imigrasi Bengkalis,” ujar Kasi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian (Tikim) Kantor Imigrasi Bengkalis Haerul Ikrar Rusli, Rabu (7/5).
Ia menyebutkan, sejak awal Mei ini, paspor elektronik telah menjadi layanan utama yang diberikan kepada masyarakat pemohon paspor, sebagai dokumen resmi negara untuk bepergian ke luar negeri.
Ia mengatakan, penerapan paspor elektronik ini sesuai dengan petunjuk dari pusat, sebagai upaya menyesuaikan dengan perkembangan zaman dan standar internasional. Negara-negara maju sudah lama menggunakan paspor berbasis chip yang menyimpan data secara virtual.
Dijelaskannya, meskipun kebijakan sudah diberlakukan mulai 1 Mei, namun sebelumnya masih diberlakukan masa transisi, karena masyarakat masih banyak yang memilih paspor non-elektronik. Namun kini, paspor elektronik menjadi satu-satunya opsi yang tersedia di Kantor Imigrasi Bengkalis.
“Dulu di aplikasi layanan kami masih ada pilihan, antara paspor biasa dan paspor elektronik. Tapi sekarang kami sudah menghapus opsi nonelektronik. Masyarakat juga sudah mulai memahami kelebihan dari paspor elektronik ini,” jelasnya.
Ia mengatakan, salah satu keunggulan paspor elektronik adalah kemudahan, dalam menggunakan fasilitas Autogate di beberapa bandara besar. Di mana pemilik paspor tidak perlu lagi melewati pemeriksaan manual oleh petugas Imigrasi.
Haerul mengatakan, paspor elektronik ini dinilai sangat efisien, karena dapat menghemat waktu antrean di bandara. Tinggal tempel di alat Autogate dan prosesnya juga jauh lebih cepat.(ksm)
Editor : Arif Oktafian