BENGKALIS (RIAUPOS .CO) - Suasana khidmat dan penuh semangat menyelimuti pelaksanaan final cabang Hafalan 500 hadis tanpa sanad, pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Provinsi Riau ke-43 yang digelar di Masjid Jamik, Jalan Kelapapati Laut Bengkalis, Selasa (1/7/2025).
Saat para finalis tampil terlihat tidak ada teks di tangan mereka. Tidak ada layar sebagai pengingat. Hanya hati yang bersih dan lisan yang terjaga. Di hadapan dewan hakim dan ratusan pasang mata, mereka melantunkan ratusan hadis dengan penuh ketepatan, penghayatan, dan pemahaman makna.
Bagi mereka, ini bukan sekadar lomba. Ini adalah tugas sunyi para penjaga warisan Rasulullah SAW yang hanya bisa dijalani dengan kesabaran dan cinta terhadap ilmu.
Baca Juga: MTQ Ke-43 Provinsi Riau: Final Fahmil, Kafilah Bengkalis Juara 2 Putri dan Juara Tiga Putra
“Enam nama ini bukan hanya finalis. Mereka adalah anak-anak muda yang sedang menegakkan tonggak ilmu di zaman penuh bising,” ungkap Ketua Majelis Hakim penanya Cabang hafalan 500 hadits, Ustaz H Dedeng Agus Lc MA.
Ia mengaku, bangga karena dari Riau, lahir penjaga hadis yang berkualitas. Dari 12 kabupaten/kota yang berpartisipasi, hanya enam yang berhasil menembus babak final.
Penampilan mereka tidak hanya mengundang decak kagum, tapi juga rasa haru. Di tengah era yang serba cepat dan digital, mereka memilih diam-diam menghafal sabda Nabi sebuah keputusan yang tak banyak anak muda berani ambil bagian dari cabang tersebut.
"Ya, final ini bukan hanya soal siapa yang terbaik. Tapi juga tentang siapa yang paling bersungguh-sungguh menjaga ilmu Nabi dengan cara yang benar dan bersih," jelasnya.(ksm)
Editor : Edwar Yaman