BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Pascapelaksanaan MTQ Riau di Bengkalis, saat ini instansi terkait dan juga pemilik stan bazar dari masing-masing kabupaten/kota sudah membuka bangunannya. Bahkan selama pelaksanaan MTQ ke-43 Provisi Riau itu, kondisi Jalan Sudirman Bengkalis bebas dari pedagang kaki lima (PKL).
Makanya untuk mempertahankan kondisi itu, masyarakat Kota Bengkalis mendukung langkah pemerintah untuk tetap membebaskan Jalan Sudirman dari PKL. Karena jalan tersebut saat ini terlihat rapih dan indah.
"Kami minta Dinas Dagprin Bengkalis, selesai MTQ ini tidak hanya Jalan Sudirman saja yang tak boleh jualan oleh PKL, tapi jalan menuju lapangan Pasir Andam Dewi yang baru direhab. Sebaiknya jangan ada lagi kursi-kursi jualan lagi. Biar keindahan Kota Bengkalis tetap bagus," ujar Ardi, salah seorang warga Kota Bengkalis, Senin (7/7/2025).
Baca Juga: Dukung Keselamatan Penyeberangan, Seluruh Penumpang Wajib Miliki Tiket Penyeberangan Ro-Ro
Ia mengaku, masyarakat yang ingin bersantai di Lapangan Pasir Andam Dewi terasa nyaman, khususnya saat lewat di malam hari. Karena taman itu dibangun untuk masyarakat dan bukan untuk pedagang.
"Kita liihatlah sekarang cantik pulak Kota Bengkalis jadinya. Indah mandangnya kalau di malam hari jalanya juga indah. Tentu akan membuat nyaman warga Kota Bengkalis," harapnya.
Menanggapi itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagprin) Bengkalis Zulpan mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menormalisasi fungsi jalan, termasuk memastikan Jalan Jenderal Sudirman kembali steril dari aktivitas perdagangan kaki lima.
Baca Juga: Baju Seragam Wajib Murid SD dan SMP hanya Dua Stel, Begini Penjelasan Bupati Inhu Ade Agus Hartanto
"Langkah ini diambil untuk menjaga ketertiban, kenyamanan, dan kelancaran arus lalu lintas di jalur utama Kota Bengkalis. Karena sebelum pelaksanaan MTQ Jalan Jenderal Sudirman sempat difungsikan sebagai lokasi sentra kuliner dan bazar UMKM guna mendukung kemeriahan acara," jelasnya.
Zulpan mengaku, pihaknya memberikan imbauan dan surat edaran kepada para pedagang agar tidak kembali membuka lapak di area tersebut setelah acara berakhir. Bagi pedagang yang tetap membandel, akan dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan daerah yang berlaku.
“Kami ingin menjaga wajah kota Bengkalis tetap tertib dan bersih. Apalagi Jalan Jenderal Sudirman merupakan jalur utama yang vital bagi aktivitas masyarakat,” tegas Zulpan.
Baca Juga: PLN UID Riau dan Kepri Sukses Hadirkan Listrik Andal selama Perhelatan MTQ Riau di Bengkalis
Zulpan menambahkan, di sepanjang Jalan Ahmad Yani masyarakat boleh berjualan dengan catatan menggunakan gerobak dan bisa di bawa pulang.
"Masyarakat tidak dibenarkan membangun kontainer karena nantinya akan membuat keindahan kota Bengkalis terlihat jelek," tegas Zulpan.
Ia mengizinkan masyarakat berjualan mulai pukul 16.00 WIB sampai selesai. Kemudian, baik meja ataupun kursi langsung dibawa pulang. Bagi pengusaha yang keberatan membawa gerobak jualan atau meja bisa diletakkan langsung di Lapak Pasar Ramadan dekat dengan Sungai Bengkel Bengkalis.(ksm)
Editor : Edwar Yaman