Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Pasar Terubuk Bengkalis Sepi Pembeli, Harga Bawang Merah Masih Tinggi, Disdagperin Sebut Ini Penyebabnya

Abu Kasim • Kamis, 17 Juli 2025 | 14:43 WIB
Harga bawang merah dan putih masih tinggi di Pasar Terubuk Bengkalis, Kamis (17/7/2025).
Harga bawang merah dan putih masih tinggi di Pasar Terubuk Bengkalis, Kamis (17/7/2025).

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) -- Kendati Pasar Terubuk Bengkalis sepi pembeli dan saat harga bahan kebutuhan pokok masih terlihat normal, namun harga bawang merah dan bawang putih masih tergolong tinggi, mencapai Rp50 ribu per kg.

Kondisi pasar tradisional di Pulau Bengkalis yakni Pasar Terubuk hanya terlihat ramai pada akhir pekan saja. Sedangkan hari-hari biasa, jam kerja kantor, pasar tradisional ini sepi pembelinya.

"Usai MTQ Riau Pasar Terubuk sepi. Meski sepi harga bawang tak mengalami penurunan, malah cenderung naik," ujar Yani, salah seorang pedagang di Pasar Terubuk Bengkalis, Kamis (17/7/2025).

Menurutnya, harga bawang merah dan putih naiknya sangat signifikan dibading dua pekan lalu mencapai Rp35 ribu sampai Rp40 ribu per kg. Tapi sudah dua pekan ini bawang naik dan harganya bertahan di kisaran Rp45 ribu sampai Rp50 ribu per kg.

Sedangkan harga cabai merah keriting asal Bukittinggi malah mengalani penutunan yakni Rp35 ribu per kg-nya. Termasuk sayur mayur juga masih stabil harganya.

Sedangkan Dedi, salah satu pedagang sembako yang sudah lebih dari 10 tahun berjualan di pasar tersebut juga mengaku, kenaikan harga terjadi pada komoditas bawang merah dan putih.

"Cabai lokal dan luar naik, tapi berkisar dua ribu hingga empat ribu rupiah. Kecuali bawang merah, naik lebih dari sepuluh ribu rupiah," ungkap Dedi.

Untuk cabai rawit lokal, harganya kini mencapai Rp50.000 per kilogram, sementara cabai rawit asal Medan dijual Rp25.000. Cabai merah asal Sumatera Barat (Sumbar) dijual Rp40.000, sedangkan dari Medan Rp30.000 per kilogram. Sementara itu, harga bawang merah naik dari kisaran Rp40 ribu menjadi Rp45 sampai Rp50 ribu dan telah berlangsung sekitar empat bulan terakhir.

"Kalau cabai hijau keriting rata-rata sama, lokal maupun luar, sekitar Rp28.000 per kilogram," ujarnya.

Dedi menduga kenaikan harga ini disebabkan oleh menurunnya stok barang, sementara permintaan tetap ada. Ia juga menyampaikan bahwa pembeli di Pasar Terubuk saat ini jauh berkurang dibanding sebelumnya. "Dulu saya bisa habiskan 100 kilogram cabai merah per hari. Sekarang tak sampai 50 kilogram," ujar Dedi.

Sedangkan Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Disdagperin Bengkalis, Muhammad Samsi Nirwansyah membenarkan, bahwa beberapa harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan, terutama bawang dan ayam potong.

"Ayam potong saat ini naik sekitar Rp2.000, dari Rp30.000 menjadi Rp32.000–Rp33.000 per kilogram. Penyebabnya karena tidak semua peternak panen, jadi jumlah ayam terbatas," ujar Nirwansyah.

Ia juga menyebutkan bahwa meski ada fluktuasi harga, kondisi pasar masih tergolong stabil. Meskipun terjadi kenaikan, masih dalam batas kewajaran. Distribusi barang dan transportasi lancar, produsen juga masih aman. Yang menurun justru daya beli masyarakat.

Ia menyebutkan, Disdagperin Bengkalis memastikan akan terus memantau harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok di pasar-pasar wilayah Bengkalis. Masyarakat pun diimbau untuk tetap berbelanja sesuai kebutuhan.

Editor : Rinaldi
#pasar terubuk #harga bawang #sepi pembeli