BENGKALIS (RIAUPOS.CO) -- Kemarau panjang yang melanda Bengkalis dan sekitarnya mengakibatkan kondisi cadangan air baku Perusahaan Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Terubuk Bengkalis menipis. Ini bakal berakibat pasokan air bersih ke pelanggannya batal terputus.
Penurunan cadangan air baku di waduk Wonosari Bengkalis, akibat musim kemarau yang berkepanjangan. Akibatnya, suplai air kepada pelanggan mulai terdampak, terutama pada jam-jam beban puncak.
"Ya, sejak dua bulan terakhir, air di waduk mulai surut karena hujan belum turun secara maksimal. Curah hujan yang turun hanya bersifat lokal dan tidak signifikan," ujar Direktur Perumda Air Minum Tirta Terubuk Bengkalis Abel Iqbal, Rabu (30/7).
Menurutnya, dalam mengatasi kondisi ini, pihaknya telah melakukan sejumlah upaya darurat, salah satunya dengan membuka tali air dari kanal serta memanfaatkan beberapa embung yang berada di sekitar lokasi. Penggunaan pipa untuk saat ini belum memungkinkan karena kondisi pipa distribusi sudah rusak.
"Ya, dulu kita masih bisa menggunakan pompa, sekarang tidak lagi. Jadi semua sumber air kita arahkan langsung ke waduk utama," jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa saat ini produksi air bersih sudah dikurangi dari 80 liter per detik menjadi 70 liter per detik, dan bisa saja diturunkan kembali jika tidak ada hujan dalam beberapa hari ke depan. "Kita sangat khawatir. Jika dalam satu minggu ke depan tidak ada hujan, kondisi akan makin memburuk" tegasnya.
Salah satu sumber air tambahan berasal dari waduk di belakang Lapangan Golf. Namun, pompa yang berada di waduk tersebut dalam kondisi rusak karena merupakan aset milik Pemerintah Provinsi. Meski demikian, pihaknya tetap berupaya menyiapkan satu pompa alternatif untuk mengaliri air ke waduk utama.
Ia mengungkapkan, bahwa penyusutan air di waduk telah mencapai lebih dari 50 persen. "Kedalaman yang tersisa di tengah waduk tinggal 2 meter, sementara di sisi terdalam masih ada sekitar 3 meter. Jika penyusutan terus berlanjut, kami berencana memindahkan ponton penyedotan air ke lokasi yang masih memiliki kedalaman 3 meter," jelasnya.
Abel menyebutkan, untuk sementara pihaknya sedang membersihkan waduk air baku dan juga memaksimalkan waduk baru. Karena di waduk yang baru diresmikan tahun lalu, pasokan air baku yang dialirkan melalui kanal-kalan PT Meskom juga tersendat.
"Ya, kanalnya tersendat. Kami sudah sampaikan ke perusahaan tapi perusahaan mengatakan kewenangan Koperasi Meskom yang membersihkan. Makanya kami mengharapkan kanal-kanal air mereka dapat mengalir ke waduk kita, sehingga air tidak cepat kering," ujarnya.
Editor : Rinaldi