Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Hutan Mangrove Jadi Objek Wisata dan Sumber Ekonomi Masyarakat

Abu Kasim • Rabu, 10 September 2025 | 14:36 WIB
Tim YKAN bersama Pemdes Kembung Luar melakukan monitoring dan evaluasi kegiatan restorasi mangrove.
Tim YKAN bersama Pemdes Kembung Luar melakukan monitoring dan evaluasi kegiatan restorasi mangrove.

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) -- Pemerintahan Desa (Pemdes) Kembung Luar bersama Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), akan mewujudkan mimpi untuk membangun wisata berkelanjutan berbasis mangrove sebagai sumber pendapatan ekonomi masyarakat.

Bagian dari upaya ini, Pemerintah Desa Kembung Luar, melakukan kegiatan restorasi mangrove seluas 104,74 hektare dan perlindungan 693 hektare yang dibimbing langsung dari Tim YKAN.

Mimpi ini tentu tidak hanya berdampak pada pelestarian lingkungan saja, namun juga akan menyasar terhadap pertumbuhan perekonomian masyarakat desa di pesisir.

Berkat kebersamaan ini, mampu membakar semangat positif bagi masyarakat Pemerintah Desa Kembung Luar, untuk bersama-sama membangun serta memajukan desanya dengan menyulap hutan mangrove menjadi objek wisata nasional.

Kegiatan restorasi mangrove di wilayah Pemerintah Desa Kembung Luar ini, telah melalui berbagai proses, seperti perbaikan hidrologi parit primer dan sekunder, pengadaan bibit mangrove dan penyebaran bibit.

Kemudian penyiangan area tumbuh tanaman, pelatihan dan pengembangan organisasi, pelibatan pemangku kepentingan serta pengadaan sapras penunjang kegiatan restorasi mangrove.

"Ya, kegiatan restorasi mangrove di Desa Kembung Luar, bimbingan dari YKAN telah berjalan delapan bulan lebih. Perkembangan kegiatan ini pun terus dipantau dari Tim YKAN dengan melakukan monitoring dan evaluasi selama tiga kali dalam satu tahun," ujar Kades Kembung Luar Jamaludin usai melakukan monitoring, Rabu (10/9/2025).

Ia menyebutkan, keberadaan YKAN ini, tentu menjadi dayung bersambut bagi Pemerintah Desa Kembung Luar, karena memiliki visi dan misi yang sama, yaitu dalam upaya merestorasi, melindungi, menjaga dan melestarikan lingkungan mangrove.

"Kami Pemerintah Desa Kembung Luar menyambut baik serta mengapresiasi kepada Tim YKAN telah membantu desa, untuk menjaga lingkungan terutama pada kegiatan restorasi mangrove. Kami sangat bersyukur dengan keberadaan YKAN di desa ini. Kami lihat YKAN tidak hanya membimbing untuk melestarikan lingkungan mangrove, tetapi telah membantu perekonomian masyarakat. Terima kasih kepada Direktur dan Tim YKAN telah memilih desa kami, sebagai tempat kegiatan restorasi mangrove," ujar Jamaludin.

Kades berharap, bimbingan YKAN ini dapat terus berlanjut hingga masyarakat bisa mewujudkan mimpi menjadikan desa objek wisata mangrove nasional.

"Sebagai bentuk wujud komitmen dan dukungan kepada YKAN pada kegiatan restorasi mangrove ini, kami pemerintah desa, telah memasukkan kegiatan ini kedalam RPJMDes. Kita berharap niat baik YKAN ini harus didukung penuh, demi menjaga lingkungan hutan mangrove yang ada di Desa Kembung Luar. Kami sadar bahwa mangrove sangat penting, karena berada di wilayah pesisir pantai," jelasnya.

Sementara itu, Direktur YKAN Herlina Hartanto mengucapkan terima kasih, kepada Pemerintah Desa Kembung Luar dan masyarakat yang telah menyambut baik keberadaan YKAN, pada kegiatan restorasi mangrove.

"Keberadaan YKAN disini sebenarnya, memberikan semangat dan motivasi kepada masyarakat supaya sadar pentingnya menjaga dan pelestarian lingkungan hutan mangrove ini. Kami akan membantu mewujudkan mimpi-mimpi masyarakat disini untuk memajukan desanya yang lebih baik. Terutama pada kegiatan pelestarian lingkungan mangrove. Karena kami yakin masyarakat di wilayah pesisir, indentitasnya adalah mangrove sebagai sumber pendapatan ekonomi. Untuk itu, mari kita bersama-sama membangun mimpi ini dengan kerja sama dan solid," jelasnya.

Herlina juga mengungkap, bahwa wilayah lahan Desa Kembung Luar ini, sangat berpotensi dan cocok untuk direstorasi dengan penanaman berbagai jenis pohon mangrove. Sehingga kedepannya bisa menjadi inspirasi bagi desa yang lain.

Pada kesempatan itu, Ketua LPHD Kembung Luar Paizan memaparkan progres kegiatan restorasi mangrove di wilayah Desa Kembung Luar.

Paizan mengatakan, luas lahan restorasi mangrove di Desa Kembung Luar seluas 104,74 ha, saat ini sudah dilakukan penanaman bibit mangrove.

Ia menjelaskan, dampak sosial dan potensi dari kegiatan restorasi mangrove ini, pertama peningkatan kesadaran lingkungan dan partisipasi lokal dan berpeluang pendidikan tentang pelestarian ekosistem pesisir dan pelestarian alam.

Sementara, dampak ekonomi, pertama peningkatan sumber pendapatan ekonomi masyarakat yang terlibat langsung dari upah kerja, potensi ekowisata, eduwisata dan potensi pertukaran nilai karbon.

 

Editor : Rinaldi
#hutan mangrove #objek wisata #ekonomi masyarakat