DURI (RIAUPOS.CO) - Kondisi cuaca ekstrem dan tak menentu harus diwaspadai masyarakat. Seperti hujan deras yang disertai angin kencang dan petir menerjang rumah warga di Duri, Kecamatan Mandau, Bengkalis, Ahad (28/9) sekitar pukul 15.30 WIB.
Kondisi itu menyisakan duka mendalam bagi sejumlah warga di dua kelurahan, yakni Kelurahan Balik Alam dan Batang Serosa Kecamatan Mandau yang diterjang angin dan membuat bagian atap rumah lepas dibawa angin.
Camat Mandau Riki Rihardi mengatakan, ada 30 unit rumah yang diterjang angin puting beliung dan kondisinya cukup parah. “Kami sedang di lokasi saat ini dan lampu listrik dalam kondisi padam saat ini (Ahad malam, red),” ujarnya, Ahad (28/9).
Riki menjelaskan kerusakan rumah di Kelurahan Balik Alam dialami warga di RW 01 sebanyak 16 unit, RW 02 ada 1 unit, dan RW 07 sebanyak 13 unit rumah. “Kami sudah melakukan penyerahan bantuan sagu hati secara sporadis untuk semua rumah,” ujarnya.
Terjangan angin yang dikenal istilah puting beliung itu juga memporak porandakan sejumlah atap rumah warga Jalan Bhakti, Kelurahan Batang Serosa dan Jalan Sepakat, Kelurahan Balik Alam.
Tak hanya atap rumah bulatan, angin itu juga menerbangkan atap bangunan rumah petak, yang berjejer rapi pada permukiman padat penduduk tersebut. Beruntung tidak ada korban jiwa.
“Habis semua Pak, ada satu rumah papan yang sengnya diangkat angin. Mudah-mudahan cepat direspons pemerintah,” ujar Juni, salah seorang warga korban angin puting beliung, Ahad (28/9).
Ia terdiam memandangi rumahnya yang tak jauh dari lokasi kejadian. “Ini masih bingung di mana mau tidur nanti malam (kemarin, red). Semoga musibah ini membuat kami sabar dan berharap ada bantuan segera dari pemerintah,” jelasnya.
Kapolsek Mandau Kompol Primadona Caniago yang dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut ini mengatakan tidak ada korban jiwa dan hanya materil milik koran yang dialami masyarakat.
“Ya, memang terjadi angin kencang saat hujan deras yang mengguyur Kecamatan Mandau. Untungnya dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa. Tapi rumah korban di dua keluarga sempat mengalami rusak berat karena dihantam angin kencang,” jelasnya.(ksm)
Editor : Arif Oktafian