BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Belum sehari diumumkan kapal Ro-Ro yang beroperasi jadi dua, Jumat (31/10/2025) malam, kapal Ro-Ro KMP Mutiara II mengalami kerusakan. Akhirnya pelayaranan penyeberangan hanya dilayani 1 kapal.
Akibatnya, tidak hanya membuat masyarakat kecewa karena sudah menunggu cukup lama, namun kendaraan mereka tak bisa diseberangkan sampai batas akhir pelayanan Ro-Ro Air Putih Bengkalis maupun sebaliknya Sungai Selari-Sungai.
Bahkan Dinas Perbubungan (Dihub) melalui UPT Penyeberangan Ro-Ro Bengkalis mengumumkan secara tertulis, bahwa ada perbaikan Dermaga 1 Sungai Selari-Pakning selama satu bulan lebih terhitung, 3 November hingga 15 Desember 2025 dan dermaga ditutup total selama perbaikan berlangsung.
Dengan hanya satu kapal yang melayani penyeberangan, mengakibatkan antrean kendaraan bermotor roda dua dan empat dari dan menuju Bengkalis, diperkirakan kembali memanjang. Kondisi ini dikhawatirkan memicu penumpukan kendaraan di pelabuhan, sebagaimana pernah terjadi pada masa gangguan sebelumnya.
“Sudah sering rusak, tapi tak ada solusi tetap. Kasihan kami yang tiap hari menyeberang untuk kerja,” ujar Rahman.
Bahkan keluhan masyarakat ini ramai diperbincangan di platform media sosial. Semua komentar netizen negatif tentang pelayanan penyeberangan Ro-Ro Bengkalis.
“Begini terus dari tahun ke tahun. Roro rusak, lampu padam, kapan Bengkalis bisa tenang?” tulis @Dwi_Anita yang mendapat banyak tanda suka dari pengguna lain.
Baca Juga: Raih Sepatu Emas Eropa, Mbappe Ingin Bertahan di Madrid Bertahun-tahun Lamanya
Keluhan publik di dunia maya itu menambah panjang daftar keresahan warga. Dalam sepekan terakhir, masyarakat Bengkalis juga dihadapkan pada pemadaman listrik bergilir oleh PLN dengan durasi hingga beberapa jam setiap hari.
“Bayar listrik kami tak pernah telat, tapi lampu padam terus,” ujar Rini, warga Jalan Pramuka Bengkalis.
Bagi banyak warga, dua persoalan ini mencerminkan kelelahan publik terhadap pelayanan dasar yang tak kunjung stabil. Transportasi yang terganggu dan pasokan listrik yang tak menentu berimbas langsung pada roda ekonomi dan aktivitas harian masyarakat.
Di tengah situasi ini, masyarakat berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait segera bertindak konkret. Mereka menantikan perbaikan menyeluruh, bukan sekadar janji perbaikan sementara.
"Baru saja dikurangi kapalnya, malah rusak satu dan tinggal satu kapal melayani penumpang. Ditambah lagi penutupan satu dermaga roro di Pakning, maka menambah panjang penderitaan masyarakat," ucap Andi.
Ia mengharapkan, Pemkab Bengkalis serius dalam menangani masalah pelayanan transportasi laut, seperti ro-ro yang memunculkan berbagai dilema di tengah masyarakat.
Karena menurutnya, persoalan Roro tidak hanya membuat perjalanan menjadi terkendala, namun bahan makanan pokok yang masuk ke pulau jadi terlambat dan harganya bertambah naik.
"Ya, dampaknya luar biasa. Kalau ini terus berlarut maka masyarakat yang sudah," harapnya.(ksm)
Editor : Edwar Yaman