BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Kondisi penyeberangan Air Putih-Sungai Selari-Pakning, Kabupaten Bengkalis semakin semrawut. Pasalnya, setelah satu unit kapal Ro-Ro rusak, kini masalah ditambah dengan penutupan satu unit dermaga Ro-Ro 1 Sungai Selari-Pakning karena ada perbaikan.
Ratusan kendaraan bermotor jenis roda dua, empat dan enam mengantre di dua dermaga. Yang lebih parah adalah, antrean kendaraan di Dermaga Air Putih Bengkalis. Pasalnya sejak Jumat (31/10) malam, sampai Ahad (2/11) kapal yang melayani penyeberangan hanya satu unit.
Antrean panjang yang didominasi oleh kendaraan pribadi, colt diesel, serta sepeda motor yang menumpuk di area terminal Air Putih Bengkalis dan sungai Selari-Pakning. Kondisi ini terjadi akibat hanya satu kapal yang beroperasi setelah KMP Pertiwi 3 mengalami kerusakan mesin dan tidak dapat melayani penyeberangan.
Dari pantauan di lapangan, sejak pagi sampai sore memperlihatkan antrean kendaraan memenuhi area pelabuhan, baik roda empat yang sudah memadati di jalur tunggu serta sepeda motor yang terlihat padat di bawah terminal. Banyak di antaranya adalah kendaraan angkutan barang, termasuk mobil pengangkut TBS kelapa sawit.
”Kami sudah sejak Jumat malam mengantre untuk menyeberang. Mendengar malam itu hanya dilayani satu kapal, akhirnya pulang dan kendaraan tetap ditinggal di dermaga,” ujar Andi, salah seorang pengguna jawa penyeberangan Ro-Ro Bengkalis, Ahad (2/11).
Ia menyebutkan, meski sudah antre ajak malam tapi sampai siang belum juga bisa menyeberang. Karena alasan petugas kapal yang beroperasi hanya satu unit.
”Makanya kami mengharapkan persoalan ini tidak dipandang sebelah mata oleh Bupati Bengkalis serta instansi terkait. Karena saat ini masyarakat sangat menderita dengan kondisi penyeberangan Ro-Ro yang tak berkesudahan,” ucapnya.
Sedang Yadi, salah seorang sopir truk muatan sawit mengaku sangat kecewa. Karena dengan antrean yang cukup lama ini membuat bekal perjalanannya menipis dan bahkan habis. Jangankan untuk makan selama perjalanan, untuk modal BBM saja sudah menipis.
”Seharusnya ada kompensasi kami dari pemerintah, dengan memberikan makanan gratis. Karena TBS sawit kami jadi rusak dan kalau dibawa ke pabrik banyak sortirnya,” jelasnya.
Hal yang sama juga dikeluhkan Putra, salah seorang sopir mobil pengangkut gas elpiji, mengaku sudah menunggu sejak Sabtu sore. Namun sampai Ahad siang belum juga bisa menyeberang.
”Saya masuk antrean sejak pukul Sabtu (1/11) pukul 17.00 WIB tapi sampai Ahad siang ini belum juga dapat jadwal masuk,” keluhnya.
Sedangkan Manajer PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP), Gunawan Tri Winarko memberikan penjelasan, bahwa perbaikan KMP Pertiwi 3 sedang dilakukan dan masih menunggu kedatangan onderdil dari Jakarta.
”Untuk perbaikan KMP Pertiwi 3, saat ini kami masih menunggu peralatan yang dikirim dari Jakarta. Beberapa komponen juga telah dikirim ke sana untuk diperbaiki, dan diperkirakan prosesnya memakan waktu sekitar satu pekan,” jelas Gunawan.(yls)
Laporan ABU KASIM, Bengkalis
Editor : Arif Oktafian