Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

BPS dan PWI Bengkalis Kolaborasi Literasi Statistik Menjelang Survei Ekonomi 2026

Abu Kasim • Selasa, 18 November 2025 | 22:41 WIB
BPS Bengkalis memberikan penjelasan terkait rencana sensus ekonomi 2026 di aula kantor PWI Bengkalis, Selasa (18/11/2025).
BPS Bengkalis memberikan penjelasan terkait rencana sensus ekonomi 2026 di aula kantor PWI Bengkalis, Selasa (18/11/2025).

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) -- Badan Pusat Statistik (BPS) Bengkalis bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bengkalis, berkolaborasi tentang literasi statistik, menyediakan data resmi yang akurat dan objektif.

Keduanya menggelar pertemuan di Aula Kantor PWI Bengkalis pada, Selasa (18/11/2025), dan berdiskusi terkait sensus ekonomi tahun 2026 yang digunakan untuk pengambilan keputusan, mulai dari tingkat individu hingga pemerintah.

"Ini penting. Karena peran media saat ini sangat besar di tengah masyarakat. Makanya BPS pada tahun 2026 akan melakukan sensus ekonomi yang dilakukan per 10 tahun," ujar Kepala BPS Bengkalis Sudiro.

Ia memaparkan, peran BPS di pemerintah Presiden Probowo Subiakto, harus meningkatan kualitas dan akurasi data secara nasional. Terutama tentang inflasi dan tugas BPS memotret inflasi dengan melakukan survei harga konsumen.

"Ini untuk mengukur kenaikan harga rata-rata barang dan jasa secara bulanan, tahunan dan tahun kalender. Proses ini meliputi pengumpulan data harga dari berbagai sumber, seperti pedagang eceran di pasar tradisional dan modern, lalu menghitung persentase kenaikannya dari periode sebelumnya. Tugas BPS adalah memotret kondisi harga ril, bukan memproyeksikan inflasi," jelasnya.

Ia menambahkan, inflasi di negara Indonesia dipengaruhi oleh perang yang berkepanjangan antara Rusia dengan Ukraina yang dipaparkan Tito Karnavian Menteri Dalam Negeri.

Ia menyebutkan, apabila inflasi tinggi dan terjadi deflasi di satu wilayah, dengan itu pemerintah daerah mengendalikan kenaikan harga bahan pangan di wilayahnya untuk menekan laju inflasi. Sedangkan menurutnya, BPS tidak termasuk dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Sementara itu, Ketua PWI Bengkalis, Adi Putra mengapresiasi kunjungan kepala BPS Bengkalis beserta staf, dimana peran media dalam pemahaman literasi khusus bidang statistik dalam penyajian berita bisa dipahami pembaca atau masyarakat.

"Banyak masyarakat tidak paham apa itu inflasi yang harus dikendalikan terhadap harga bahan pokok. Peran media menjadi jurnalis data yang bersumber dari BPS bisa memberikan manfaat dan pemahaman ke masyarakat," ujarnya. Ia menyebutkan, dengan kolaborasi BPS dan PWI Bengkalis, dapat menyajikan data statistik yang bisa dipahami baik itu hasil survei dan lainnya.

Editor : Rinaldi
#literasi statistik #Survei Ekonomi #pwi bengkalis #bps