DURI (RIAUPOS.CO) - Setelah sempat membuat macet lalu lintas di Jalan Sudirman dan Hang Tuah, Kota Duri dalam dua hari terakhir ini belum juga mereda. Setiap pagi menjelang siang dan sore hari, lalu lintas di kedua SPBU terseebut selalu macet.
Diruga kuat sejumlah industri atau perusahaan yang beroperasi di Kota Duri, masih mengkonsumsi BBM bersubsidi jenis solar yang diperuntukkan untuk masyarakat umum.
Dari pantauan di lapangan, terlihat hilir mudik kendaraan bermotor jenis rosa empat dan enam, yang beroperasi di wilayah Duri, dengan jenis kendaraan yang menggunakan bahan bakar solar, tentunya menjadi peluang besar bagi oknum mafia BBM dan penimbun solar menjadi pundi-pundi rupiah yang menggiurkan bagi pelakunya.
Di sisi lain maraknya pelansir BBM bersubsidi musiman yang bermunculan, dengan membeli BBM jenis solar atau bio solar di SPBU, khususnya di wilayah Mandau, Bathin Solapan dan Kecamatan Pinggir dengan harga yang diduga sudah ada kongkalikong. Kemudian ditimbun pada beberapa titik gudang.
"Kami menduga hasil pembelian BBM subsidi dari sejumlah SPBU, yang kemudian dijual kepada pihak perusahaan yang bergerak di wilayah operasional perusahaan besar di Kota Duri. Dugaan mark up harga atau penjualan BBM subsidi dengan harga industri sudah bukan menjadi rahasia umum lagi," tegas Afrizal (53) salah seorang warga Kota Duri, Kecamatan Mandau.
Ia mengaku, heran melihat antrean di SPBU Sudirman ini. Kalau sudah solar datang, jalanan pasti terganggu kemacetan pun tak terelakkan. Yang herannya pada BBM solar saja, pertalite dan yang lainnya tak pulak macet.
Aparat kepolisian dari Unit Sat Lantas Polres Bengkalis langsung turun ke titik kemacetan, untuk mengurai kemacetan serta memantau pembelian BBM jenis bio solar.
Sedangkan pengelolaan SPBU di Jalan Hang Tuah Kota Duri, Arel yang dikonfirmasi melalui telepon genggamnya tidak diangkat. Demikian juga melakui pesan singkat WhatsApp-nya juga tidak dibalas.
Sementara itu, Kasatlantas Polres Bengkalis AKP Vino Lestari yang dikonfirmasi menyebutkan, saat ini petugas masih melakukan pengamanan di lapangan dan juga mengatur arus lalulintas agar tidak macet.
"Ya, anggota selalu siaga di lapangan, jika nanti ada kemacetan di kedua SPBU di kota duri tersebut," jelasnya.
Ia menyebutkan, dalam 2 hari ini anggotanya sudah melaksanakan patroli di lokasi SPBU di Kota Duri. Sedangkan terjadinya antrean pada SPBU dikarenakan adanya keterbasan jumlah BBM Solar. Sehingga terjadi antrean kendaraan pada saat menunggu BBM Solar tersebut masuk.
"Untuk pengamanan pada saat ada antrean anggota kita melaksanakan pengaturan di seputaran lokasi antrean di SPBU," jelasnya.
Di sisi lain, Kapolres Bengkalis AKBP Budi Setiawan juga menyatakan, pihaknya akan menindaklanjuti informasi keberadaan mafia solar di wilayah Mandau dan Bathin Solapan.
“Akan kami tindak lanjuti. Jika menemukan, silakan masyarakat lapor ke kantor polisi terdekat,” ujar AKBP Budi Setiawan kepada wartawan melalui pesan WhatsApp, Jumat (21/11/2025).
Terkait dugaan keterlibatan pengelola SPBU dalam praktik ilegal itu, Kapolres menegaskan akan melakukan pendalaman lebih lanjut dengan memerintahkan satuan terkait untuk turun melakukan penelusuran. “Silakan laporkan dengan bukti yang dimiliki,” tegasnya.
Editor : M. Erizal