Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Bengkalis Krisis Air Bersih

Abu Kasim • Kamis, 27 November 2025 | 11:35 WIB
Kondisi waduk Perumda Tirta Terubuk di Desa Wonosari, Bengkalis yang kering, beberapa hari lalu.
Kondisi waduk Perumda Tirta Terubuk di Desa Wonosari, Bengkalis yang kering, beberapa hari lalu.

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Intensitas hujan yang minim dalam satu bulan belakangan membuat kondisi waduk Perumda Tirta Terubuk mengalami kekeringan alias krisis air baku. Kondisi ini membuat pasokan air bersih ke pelanggan terganggu.

Dua waduk utama di Desa Wonosari, saat ini berada dalam kondisi krisis. Bahkan dasar waduk sudah tampak jelas karena air surut hingga menyebabkan retakan besar di permukaan tanah.

”Sudah tiga hari air bersih tak mengalir di rumah kami. Padahal kami bayar lancar setiap bulan, tapi airnya malah tak mengalir. Tentu ini sangat merugikan kami sebagai pelanggan,” ujar Yandi, warga Kelapa Pati Laut, Rabu (26/11).

Terhadap persoalan itu, Tenaga Ahli Perumda Tirta Terubuk Kasiyan mengungkapkan, penyebab utama kekeringan adalah bergantungnya waduk pada tadah hujan serta tidak optimalnya sumber air tambahan.

”Sebenarnya ini karena waduk kita hanya mengandalkan air hujan. Input air tidak ada, walaupun sempat direncanakan ada suplai dari PT Meskom, tetapi sampai sekarang belum berfungsi,” ujar Kasiyan.

Ia menambahkan, bahwa keperluan air pelanggan saat ini mencapai 4.000 hingga 5.000 pelanggan, maka air yang diperlukan per harinya sebanyak 1.000 meter kubik per hari, atau sekitar 40.000 meter kubik per bulan. Kondisi itu membuat keperluan keandalan waduk harus kembali dibahas bersama BWS Sumatera III.

”Ya, kita akan kaji kembali bersama BWS tentang model waduk yang ideal agar pasokan air baku untuk Perumda bisa lebih terjamin ke depannya,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Perumda Tirta Terubuk Bengkalis Abel Iqbal menjelaskan, situasi darurat air baku terjadi bukan karena kegagalan produksi melainkan keterbatasan sumber air.

”Air minum tidak bisa dijual kalau air bakunya bermasalah. Semua kebutuhan produksi sudah kita siapkan. Pompa yang rusak sudah diganti dan kini normal kembali,” ungkap Abel.

Namun Abel menegaskan, bahwa tantangan utama justru terletak pada karakteristik tanah gambut di lokasi waduk. ”Waduk kita berada di tanah gambut. Digali dua sampai dua setengah meter saja sudah lembek dan penuh lumpur. Sistemnya berbeda dengan daerah lain. Bahkan tim dari Jepang kemarin menilai idealnya kita butuh hingga 20 waduk,” jelasnya.(yls)

Laporan ABU KASIM, Bengkalis

 

Editor : Arif Oktafian
#pasokan air bersih #waduk Perumda Tirta Terubuk #kekeringan #intensitas hujan #minim