BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Kendati dalam dua hari ini turun hujan, namun bekum mampu mengisi waduk Perumda Air Minum Tirta Terubuk di Desa Wonosari Bengkalis. Akibatnya pengoperasian Instalasi Pengolahan Air (IPA) Nano Filter dihentikan sementara sejak Kamis (27/11/2025) mulai pukul 13.00 WIB.
Saat ini, Perumda Tirta Terubuk Bengkalis hanya mengandalkan pengolahan air dengan cara konvensional melalui IPA B dengan kapasitas produksi 30 liter per detik, jauh di bawah kondisi normal.
"Penghentian operasional ini kita llakukan karena kondisi Waduk BWS dan Waduk Wonosari yang mengalami kekeringan drastis. Air baku yang tersedia hanya memungkinkan Perumda memproduksi air secara manual sebesar 30 liter per detik, yang berdampak pada melemahnya tekanan air dan distribusi yang tidak optimal ke pelanggan di Pulau Bengkalis," ujar Direktur Perumda Air Minum Tirta Terubuk Bengkalis, Abel Iqbal, Jumat (211/2025).
Ia menyampaikan permohonan maaf atas gangguan pelayanan ini. Kekeringan yang terjadi di Waduk BWS dan Wonosari membuat kapasitas produksi kami turun drastis. Kami hanya mampu mengolah udara sebanyak 30 liter per detik, sehingga tekanan air ke pelanggan otomatis melemah.
"Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan dan masyarakat," ucap Abel Iqbal.
Ia menegaskan, bahwa seluruh jajaran Perumda bersama Dewan Pengawas dan pemangku kepentingan terkait terus berupaya menjaga pelayanan semaksimal mungkin di tengah kondisi sumber air baku yang kritis.
“Kami memahami kondisi ini sangat mengganggu aktivitas masyarakat. Namun kami terus berupaya untuk memastikan pelayanan tetap berjalan meski terbatas. Terima kasih atas pengertian pelanggan di masa sulit ini,” jelasnya.
Editor : M. Erizal