BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Kendati setiap tahun, khususnya menjelang akhir tahun bahan kebutuhan pokok merangkak naik, namun tahun ini harganya cenderung naik. Ini disebabkan oleh bencana alam di Pulau Sumatera, sehingga harganya naik signifikan.
Seperti sejumlah harga bahan pangan di pasar tradisional Pasar Terubuk Bengkalis, sudah mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir. Kebutuhan bahan pokok yang dipasok dari luar daerah, khususnya dari Sumatera Barat dan Sumatera Utara seperti cabai merah, cabai rawit, serta berbagai jenis sayur mayur, menjadi komoditas yang paling terasa mengalami lonjakan harga.
Para pedagang menyebutkan, kenaikan ini disebabkan oleh bencana alam yang terjadi di sejumlah daerah penghasil. Longsor dan banjir yang melanda beberapa wilayah pengirim membuat pasokan terganggu, sehingga ketersediaan di pasar menurun drastis.
“Ya, distribusi dari daerah asal terhambat. Mobil pengangkut sulit masuk karena akses jalan banyak yang putus,” ujar Yan, salah seorang pedagang cabai di Pasar Terubuk, Selasa (2/12/2025).
Tidak hanya sayur mayur, harga ikan juga ikut merangkak naik. Cuaca buruk dan gelombang tinggi dalam beberapa pekan terakhir menyebabkan nelayan tidak melaut, sehingga stok ikan segar menjadi terbatas. Beberapa jenis ikan bahkan mengalami kenaikan.
Karena dari pantauan di lapangan, sejumlah lapak pedagang ikan banyak yang kosong. Bahkan ikan yang selalu dibeli masyarakat juga tidak tersedia, khususnya jenis ikan yang harganya murah meriah.
Izan salah seorang pengunjung Pasar Terubuk mengatakan, sangat memahami kondisi tersebut. Menurutnya, kenaikan harga yang terjadi saat ini memang tidak terhindarkan karena faktor bencana alam yang memengaruhi pasokan.
“Kita maklumi, karena ini musibah. Semoga semuanya cepat normal kembali. Semoga kondisi pasar kembali normal," harapnya.
Ia juga memberikan, saran agar masyarakat mulai memanfaatkan pekarangan rumah dengan menanam cabai dan sayur mayur sendiri. Dirinya menilai, langkah tersebut dapat menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah.
“Kalau bisa ditanam sendiri, minimal kebutuhan dapur bisa terpenuhi tanpa harus beli terus. Ini juga bisa membantu menghemat pengeluaran,” ucapnya.
Sampai saat ini, baik warga maupun para pedagang berharap kondisi cuaca dan pasokan dari luar daerah segera membaik, sehingga harga pangan dapat kembali stabil dan aktivitas pasar berjalan normal seperti biasa.
Sedangkan Kadisdagprin Bengkalis Zulfan juga menyampaikan adanya kendala distribusi bahan pangan dari luar daerah, akibat dari bencana alam yang belum selesai. Makanya pasokan barang ke pulau dan juga ke wilayah Bengkalis masih terbatas.
"Ya, kondisi alam yang membuat pasokan barang berkurang. Makanya kami berharap masyarakat agar dapat memanfaatkan lahan pekarangan rumahnya untuk bercocok tanan sayuran," harapnya.(ksm)
Editor : Edwar Yaman