Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Abrasi Makin Parah, Warga Minta Dibangun Turap Beton

Redaksi • Senin, 8 Desember 2025 | 11:37 WIB
Masyarakat Pulau Bengkalis kembali menghadapi ancaman abrasi yang kian parah setiap tahun
Masyarakat Pulau Bengkalis kembali menghadapi ancaman abrasi yang kian parah setiap tahun

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Masyarakat di Pulau Bengkalis menghadapi ancaman abrasi yang semakin parah dari tahun ke tahun. Bahkan abrasi tersebut sudah masuk ke kawasan perkebunan dan juga rumah masyarakat. Masyarakat pun meminta dibangun turap beton untuk mencegah abrasi lebih parah.

Seperti yang terjadi di Dusun Mekar Indah Parit Tiung, Desa Jangkang, Bengkalis. Ketua RT01/RW09 Desa Jangkang, Suharno mengungkapkan, pembangunan batu beronjong atau pemecah gelombang pada 2018 dinilai kurang efektif karena posisinya terlalu jauh dari bibir pantai.

”Pembangunan beronjong waktu itu hanya sampai sekitar satu kilometer dari pantai. Itu terlalu ke tengah, sehingga banyak tanah masyarakat yang longsor atau abrasi,” jelas Suharno, Ahad (7/12).

Ia menambahkan, bahwa parit penahan gelombang tidak dibeton, menyebabkan tanah gambut di sepanjang pantai habis tergerus air laut.

Menurutnya, dalam satu tahun saja, abrasi bisa mengikis daratan hingga satu kilometer. Tanaman masyarakat seperti karet dan sawit banyak yang hilang digerus ombak, karena berhadapan langsung dengan Selat Malaka.

Suharno juga menyebutkan, bahwa sejumlah fasilitas yang dahulu berada di kawasan tersebut kini telah hilang. Dulu ada Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan bangunan lainnya. Sekarang semuanya sudah habis dihantam abrasi.

Warga kini berupaya memindahkan sisa-sisa material bangunan, ke area yang lebih aman. Mereka berharap pemerintah dapat turun langsung melihat kondisi kritis tersebut.

”Kami berharap setidaknya dilakukan penanaman mangrove untuk menahan hantaman ombak. Tidak harus menunggu dana pusat,” harap Suharno.

Ia mengaku kehilangan sekitar 20 meter lahannya. Tanaman sawit dan getahnya sebagian besar sudah habis. Pihaknya berharap lokasi yang paling dekat dengan permukiman segera ditangani. Ada warga yang sudah pindah rumah karena getaran gelombang terasa sampai ke rumahnya.

”Saat ini tercatat sekitar 27 KK tinggal berdekatan dengan garis pantai yang terus tergerus,” jelasnya.

Tidak hanya di Desa Jangkang, namun desa lain, seperti Selatbaru, Mentayan, Teluk Papal, Bantan Air, Bantan Sari, Bantan Timur, Muntai Barat, Muntai, Teluk Pambang, Pambang Pesisir sampai ke Teluk Pambang, Kembung Luar dan Teluk Lancar kontur tanah umumnya tanah hambut, maka pengikisan bibir pantai oleh hempasan ombak laut Selat Melaka, seakan tak tertolong lagi.

Seperti kondisi di Pantai Bantan Sari,  Desa Bantan Sari di mana cekungan pantai membuat kondisi abrasinya hampir mendekati jalan lingkar Pulau Bengkalis. Bahkan jika tidak dilakukan perbaikan segera, maka jalan lintas tersebut terancam tenggelam ke laut.

”Desa kami mengalami cukungan bibir pantai yang sangat berbahaya. Karena ombak pantai selat malaka sangat kuat, sehingga anbrasi tak bisa dielakkan,” ucap Hendro, Sekdes Bantan Sari.

Ia menyebutkan, bagian laut yang tidak ada pengaman pantai berup bronjong pemecah ombak maupun tanaman mangrove, maka kondisi pantai terus mengalami pengikisan cukup parah.

”Makanya kami minta agar pantai di desa kami ini dibangun turap beton dan beronjong. Karena saat pasang besar seperti sekarang ini jalan dan rumah masyarakat banyak yang terendam banjir,” ujarnya.

Gelombang Rossby dan Kelvin Sebabkan Hujan di Riau

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru kembali menemukan adanya aktivitas Gelombang Kelvin di wilayah Sumatera bagian tengah yang berpotensi menyebabkan hujan dengan intensitas ringan hingga lebat di wilayah Provinsi Riau sepekan ke depan.

Forester on duty BMKG Pekanbaru Bella Rizki Adelia, Ahad (7/12) mengatakan, analisis BMKG Pekanbaru menemukan aktifnya nilai DMI atau di polmed index gelombang Rossby dan gelombang Kelvin di Sumatera bagian tengah serta adanya belokan angin atau shareline maupun konvergensi menjadi pemicu terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat di wilayah Riau dalam seminggu terakhir.

Wilayah yang tercatat mengalami hujan dengan intensitas rendah yaitu 20 hingga 50 mm per hari akan terjadi di Kabupaten Kampar, Rokan Hulu, Pelalawan, Siak, Indragiri Hilir, Bengkalis, Kuantan Singingi, Kabupaten Indragiri Hulu, dan kota Pekanbaru. 

Selanjutnya wilayah yang tercatat mengalami hujan dengan intensitas lebat 50 hingga 100 mm per hari akan terjadi di Indragiri Hulu, Pelalawan, Rokan Hulu, Kuantan Singingi, Kampar, dan Siak. Kemudian untuk wilayah yang tercatat mengalami hujan dengan intensitas sangat lebat 100 hingga 150 mm per hari terjadi di Kota Dumai.

Mengenai kondisi atmosfer secara global maupun sinoptik,  indeks Enso bernilai 3.4 atau sama dengan negatif 0.96, kondisi ini tidak berpengaruh terhadap peningkatan pola konfektif di wilayah Riau. Kemudian untuk DMI atau iodie bernilai negatif -0,46, kondisi ini berpotensi meningkatkan aktivitas konvektif di wilayah Riau.

Kemudian untuk MgO berada di fase 8 kondisi ini tidak berkontribusi terhadap proses pembentukan awan hujan di wilayah Riau. Sementara itu, gelombang Rossby di ekuatorial terpantau berada di bagian wilayah Sumatera bagian tengah, kondisi ini berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan di wilayah Riau.

Sedangkan jika ditinjau dari pola angin masih tetap pantau adanya daerah belokan angin atau sihir lain di wilayah Provinsi Riau, kondisi ini dapat mendukung proses pembentukan awan hujan di wilayah Riau. “Sepekan ke depan masih terdapat potensi hujan di wilayah Provinsi Riau. Karena itu kami mengimbau warga untuk selalu menjaga kesehatan dan jangan lupa selalu siapkan perlengkapan hujan di setiap perjalanan,” tegasnya.(ksm/ayi)

Editor : Rindra Yasin
#bmkg #turap #abrasi bengkalis