Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Antrean BBM di Pulau Bengkalis Masih Mengular

Abu Kasim • Senin, 22 Desember 2025 | 10:18 WIB

Meski penyeberangan Ro-Ro Bengkalis sudah lancar, namun pengendara masih mengantre BBM di salah satu SPBU di Pulau Bengkalis, Ahad (21/12/2025).
Meski penyeberangan Ro-Ro Bengkalis sudah lancar, namun pengendara masih mengantre BBM di salah satu SPBU di Pulau Bengkalis, Ahad (21/12/2025).


BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Sudah sepekan kelangkaan BBM bersubsidi jenis Pertalite dan solar serta nonsubsidi jenis Pertamax langka di Pulau Bengkalis. Meski dugaan kelangkaan ini disebabkan oleh penyeberangan Ro-Ro Bengkalis yang hanya dilayani satu kapal, namun sampai saat ini antrean BBM masih terjadi di SPBU di Pulau Bengkalis.

Dari pantauan di lapangan pada Ahad (21/12), meski di sejumlah penjual BBM eceran sudah ada, namun masih terjadi antrean panjang di POM Pertamini maupun penjual eceran di pinggir jalan. 

Bahkan di SPBU Jalan Lembaga dan Jalan Bantan di Kota Bengkalis, antrean pembelian BBM, yakni sepeda motor dan mobil masih terlihat mengular. 

’’Masih susah dapatnya. Sekarang saja kami antre sejak pagi di SPBU Jalan Bantan yang sampai siang belum juga dibuka, alhasil kami harus menunggu lama untuk mendapatkan BBM jenis Pertalite,’’ ujar Saleh, salah seorang warga Senggoro yang ingin mengisi BBM di SPBU Jalan Bantan, Ahad (21/12).

Ia berharap, agar pemerintah memperhatikan kondisi kepanikan masyarakat saat ini di Pulau Bengkalis. Karena tidak hanya panik masalah penyeberangan Roro yang antreanya berjam-jam. Kini panik, karena sudah sepekan BBM bersubsidi langka dan jika ada pun harganya malah naik.

‘’Antreannya lama dan sudah dekat malah tak dapat. Kalau pun dapat harganya malah naik jadi Rp13 ribu per liter dan itu pun dibatasi hanya 2 liter per sepeda motor,’’ keluhnya.

Keluhan yang sama juga disampaikan Andi. Ia mengaku, sudah berkeliling mencari Pertalite, namun di sejumlah warung pengecer maupun di POM Pertamini banyak yang tutup. Bahkan yang biasanya di SPBU di Kota Bengkalis ini ada, namun kalau tak ditunggu dan dipantau, maka tak akan dapat minyaknya.

‘’Jadi kita harus keliling dan memantau keberadaan BBM di SPBU. Kalau tak, maka jangan harap akan dapat pertalite. Kalau beli di tingkat pengecer harganya naik,’’ keluhnya.

Sementara pengelola SPBU di Jalan Lembaga, Kecamatan Bengkalis mengaku, sudah dua hari ini penjualan dilakukan. Memang beberapa hari lalu ada kendala keterlambatan akibat kapal Roro, tapi sekarang sudah mulai lancar.

‘’Sudah mulai lancar dan kami mengutamakan pelayanan masyarakat yang selama ini sulit mendapatkan BBM jenis Pertalite. Makanya kita buka setiap hari dan tidak melayani penjualan yang menggunakan jerigen maupun drum,’’ ucap Anto, salah seorang petugas di SPBU.

Sedangkan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Kadisdagprin) Bengkalis, Zulfan yang dikonfirmasi terkait masih terjadi antrean BBM di SPBU di Pulau Bengkalis menyebutkan, memang kondisinya sudah mulai stabil. Karena proses distribusi yang terkendala oleh penyeberangan Roro, makanya ada keterlambatan sampai ke SPBU.

‘’Kalau kuota tak ada pengurangan. Bahkan kami sudah menghubungi pihak Pertamina, jika ada usulan penambahan kuota, maka pihak SPBU tinggal mengajukan penambahan,’’ jelasnya.

Zulfan mengatakan, menjelang pelaksanaan Natal dan tahun baru 2026 nanti, kondisi ketersediaan BBM di Pulau Bengkalis sudah memadai. Pihaknya akan terus melakukan pemantauan di lapangan.(ksm)

Editor : Arif Oktafian
#mengular #bengkalis #antrean bbm #spbu