Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Jalan Poros Desa Bantan Air-Muntai Barat Susah Dilewati Masyarakat

Abu Kasim • Selasa, 30 Desember 2025 | 19:40 WIB
Jalan poros Desa Bantan Timur menuju Desa Muntai Barat digenangi air hujan dan sedikit dilewati masyarakat yang menggunakan sepeda motor, Senin (29/12/2025).
Jalan poros Desa Bantan Timur menuju Desa Muntai Barat digenangi air hujan dan sedikit dilewati masyarakat yang menggunakan sepeda motor, Senin (29/12/2025).

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Kondisi jalan lintas Desa Bantan Air menuju ke Desa Muntai Barat, Kecamatan Batan sangat memprihatinkan. Meski sempat dilakukan penimbunan dengan batu kerikil sepanjang lebih kurang 11 kilometer setahun lalu, namun kondisinya saat ini sulit dilalui kendaran roda dua dan empat.

Ditambah lagi, jika saat air hujan mengguyur wilayah tersebut, membuat genangan air menutupi lobang yang menganga di sepanjang jalan tersebut. Juga membuat kendaraan yang melintas tidak bisa memacu kendaraan dan harus waspada terhadap jebakan lubang yang cukup dalam.

Pantauan di lapangan, kondisi jalan yang sangat parah itu terdapat di seluruh ruas jalan poros lintas desa.Mulai dari Desa Bantan Air, Bantan Sari yang kondisinya sangat dekat dengan bibir pantau, sehingga jalan sempat putus jika tergenang air pasang laut.

Setelah itu di ruas Desa Bantan Timur. Kondisi jalan ini juga cukup parah dan terdapat banyak lubang menganga, sampai ke perbatasan Desa Muntai Barat yang baru dilakukan pembangunan melalui dana APBD 2023.

"Ya, sangat susah kami lewati. Saat inj curah hujan tinggi membuat lubang yang sangat dalam," ujar Sonik (51), salah seorang warga Desa Bantan Timur, Senin (29/12/2025).

Ia mengatakan, setiap hari melintasi jalan tersebut untuk pergi ke kebun. Namun kondisi jalan rusak membuatnya harus waspada dan hati-hati.

"Kami sebagai masyarakat mengharapkan jalan poros ini segera diperbaiki. Karena ini juga sudah merupakan janji Bupati kami," ucapnya.

Sementara itu, Yanto warga Muntai Barat juga menyebutkan, setiap hari dirinya melintasi jalan potos tersebut untuk menuju ke Bengkalis. Karena jika melewati arah Pambang menuju ke Desa Penebal, jarak tempuhnya cukup jauh. Makanya memilih jalan rusak, karena lebih dekat dan kos BBM nya juga sedikit.

Ia menyebutkan, pembangunan jalan lintas kecamatan ini sepertinya tidak dianggarkan oleh Pemkab Bengkalis pada tahun ini. Makanya masyatakat meminta agar ada perbaikan, dengan cara penimbunan dan pengerasan. Sehingga masyarakat tidak kesulitan melintas di jalan tersebut.

"Apalagi saat ini musin pasang besar, maka jalannya sempat putus, tepatnya di Desa Bantan Sari yang sangat dekat dengan sungai bantan sari. Tentu sulusi jangka pendek dilakukan penimbinan base B, agar mudah dilewati masyatakat," harapnya.

Sedangkan Ridwan, salah seorang warga Desa Muntai yang saban hari melintasi jalan tersebut dengan menggunakan sepeda motor, juga mengeluhkan kondisi jalan berlubang. Apalagi ketika digenangi air hujan, maka kondisi jalan tidak tau apakah lobangnya dalam atau tidak.

"Makanya jarak tempuh yang biasanya hanya 45 menit ke kota Bengkalis, sekarang mau mencapai 2 jam. Ini karena semua jalannya berlubang dan susah dipilih mana jalan yang bagus," jelasnya.

Ia berharap, agar jalan tersebut dilakukan pemeliharaan berkala. Karena dirinya yang aktif di lembaga kemasyarakatan mengetahui adanya dana swakelola yang dianggarkan dalam APBD. Makanya dana ini bisa digunakan untuk pengerasan jalan dan pemeliharaan.

"Ya, kalau mau tak susah. Karena anggarannya ada. Jangan biarkan masyarakat susah melewati jalan lintas kecematan yang menjadi kewenangan kabupaten untuk memperbaikinya," harapnya.

Terhadap kondisi jalan tersebut, Kepala Dinas PUPR Bengkalis, Supardi yang dikonfirmasi melalui telepon genggamnya dan pesan singkat WhatsApp-nya menyebutkan, untuk kelanjutan pembangunan jalan poros tersebut sudah masuk program pemerintah untuk meningkatan infrastruktur.

"Sudah masuk skala prioritas. Namun saat ini memang belum dianggarkan, karena kondisi keuangan APBD Bengkalis yang mengalami defisit anggaran," jelasnya.

Sedangkan Bupati Bengkalis Kasmarni dalam kunjungannya ke Kecamatan Bantan beberapa waktu lalu menyebutkan, terhadap program pembangunan di Kecamatan Bantan pada APBD 2025, Pemkab Bengkalis telah mengalokasikan anggaran untuk berbagai program pembangunan.

"Di antaranya peningkatan Jalan Bantan Air-Desa Muntai (Ruas Bantan Tengah-Muntai), pembangunan turap beton Jalan Sersan Joni Desa Teluk Papal, pembangunan turap beton Jalan Patimura RT.001/RW.004 Dusun Sejahtera Desa Pambang Baru, pembangunan Masjid Ubudiyah Jalan Gebak Desa Teluk Papal, serta kegiatan lainnya di sektor pendidikan, kesehatan, pertanian, perikanan, lingkungan hidup," jelasnya.(ksm)

 

Editor : Edwar Yaman
#Muntai Barat #jalan poros #desa bantan air