BENGKALIS (RIAUPOO.CO) - Perum Bulog Cabang Bengkalis menjamin stok beras dan bahan pangan lain, aman sampai bulan Ramadan 1448 Hijriyah mendatang di Bengkalis. Bahkan jika kondisi menipis sampai Idul Fitri Bulog akan segera mengajukan penambahan ke Bulog Pusat.
"Untuk saat ini sampai bulan Ramadan nanti stok beras kita masih aman dan saat ini sudah ada stok beras sebanyak 700 ton dan akan ada penambahan sebanyak 150 ton sampai akhir bulan ini. Maka perkiraan kami stok beras berada dikisaran 850 ton dan cukup untuk tiga bulan ke depan," ujar Pimpinan Cabang Perum Bulog Kantor Cabang Bengkalis, Delly Bayu Putra di ruang kerjanya, Senin (12/1/2026).
Ia menyebutkan, di awal tahun 2026 kondisi pangan di Bengkalis tidak ada kendala dan masih dalam cukup. Pihaknya juga masih menunggu program pemerintah untuk penyaluran bahan pangan dengan bekerjasama dengan Instansi terkait baik di Bengkalis, Siak dan Kepulauan Meranti.
Di sisi lain Delly yang baru dua bulan menjabat mengaku, saat ini Bulog Cabang Bengkalis membawahi tiga kabupaten, yakni Bengkalis sendiri, Kepulauan Meranti dan Kabupaten Siak. Makanya ini menjadi fokus Bulog dalam mengendalikan bahan pangan agar tetap aman.
Ia menyebutkan, saat ini untuk pasaran beras SPHP masih cukup untuk di pasarkan di sejumlah kios yang ada di tiga daerah di bawah Bulog Bengkalis.
Tentunya penjualan beras SPHP ini harus sesuai dengan harga eceran tertinggi yang sudah ditetapkan Bulog yakni Rp56.500 untuk kemasan 5 kg dan pedagang boleh menjual diharga Rp65.500 per karung kemasan 5kg.
"Jadi pedagang tidak boleh menjual di atas HET. Kalau ada yang menjual lebih tinggi silahkan laporkan ke kami dan akan kami tindak pedagangnya," tegasnya.
Delly menjelaskan, selain menyediakan beras subsidi pihaknya juga menerima pembelian gabah petani dan juga jagung pipil yang saat ini gudangnya ada di Bungaraya Siak.
Namun saat ini katanya lagi, karena harga gabang sedang bagus, maka petani tidak menjualnya ke Bulog. Karena untuk harga gabah kering Bulog menerimanya dengan harga Rp6500 per kg, sedangkan pihak lain membeli dengan harga Rp6700 per kg.
"Tentu petani lebih menjual ke penerima gabahnya lebih tinggi. Namun bagi kita tak ada masalah, selagi menguntungkan petani tentu ini sangat baik dan fungsi kita membantu petani saat hasil pertaniannya anjlok karena harga pasarannya murah dan kami siap menampungnya," jelasnya.
Sedangkan untuk jagung pipil kering kata Delly, pihaknya tetap menerima dari masyarakat, namun dengan standar kualitas jagung pipil kering dengan kadar air 14 persen dengan harga beli sebesar Rp6400 per kg.
"Saat ini kami sudah menyerap jagung pipil kering dari petani sebanyak 5,4 ton yang kami simpan di gudang Bulog Bungaraya, Siak. Ini juga sebagai stok, kapan-kapan dibutuhkan masyarakat maka jagung sudah tersedia," jelasnya.
Editor : M. Erizal