BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Besi penutup drainase sekaligus berfungsi sebagai trotoar pejalan kaki di sejumlah titik, di antaranya di trotoar Jalan Tandun dan Jalan Tengku Umar Bengkalis raib disikat maling yang tidak bertanggungjawab.
Pantauan di lapangan, sejumlah lubang drainase tampak terbuka tanpa penutup. Kondisi tersebut dinilai cukup membahayakan pejalan kaki yang lewat, terutama pada malam hari atau saat hujan karena sulit terlihat oleh manusia.
Kondisi ini pun menimbulkan kekhawatiran masyarakat setempat. Seperti Andi, salah seorang warga Jalan Tengku Umar Bengkalis menyebutkan, bahwa lubang drainase yang terbuka berpotensi menyebabkan kecelakaan.
“Ya, sebelumnya lubang ini tertutup besi, sekarang sudah terbuka. Kalau pejalan kaki tidak tahu, bisa saja terjebak dalam lubang menganga tersebut,” jelasnya.
Dirinya berharap, pihak terkait segera mengambil langkah perbaikan agar tidak menimbulkan korban, serta meningkatkan pengawasan untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bengkalis, Ardiansyah membenarkan, adanya laporan kehilangan penutup drainase di sejumlah ruas jalan di Kota Bengkalis. Bahkan jumlah penutup drainase yang hilang mencapai puluhan unit.
Melalui Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Bengkalis, Jefri ST, Ardiansyah menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan perbaikan melalui pergeseran anggaran dalam waktu dekat.
“Ya, rencananya, jika sudah ada pergeseran anggaran, akan kami masukkan untuk pengadaan penutup gorong-gorong tersebut. Karena memang banyak keluhan masyarakat, terutama di depan sekolah, banyak penutup drainase yang hilang. Penutup ini terbuat dari besi sehingga mudah diambil dan dijual,” jelas Jefri.
Ke depannya, Dishub Bengkalis juga berencana mengganti material penutup drainase agar tidak mudah dicuri.
“Kita akan mengubah bentuk fisik penutup drainase dari besi menjadi fiber. Harapannya, dengan bahan fiber, tidak ada lagi penutup drainase yang hilang. Kita juga berharap masyarakat bersama-sama menjaga dan mengawasi fasilitas umum yang ada,” ujarnya.
Editor : M. Erizal