Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Pelabuhan BSL Bengkalis Dijadikan Kawasan Kuliner Gen Z

Abu Kasim • Selasa, 3 Februari 2026 | 10:50 WIB
Kondisi pelabuhan BSL Bengkalis yang belum dikelola maksimal dan kedepan akan dikelola sebagai lokasi kuliner bagi gen Z.
Kondisi pelabuhan BSL Bengkalis yang belum dikelola maksimal dan kedepan akan dikelola sebagai lokasi kuliner bagi gen Z.

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Kompleks Pelabuhan Bandar Sri Laksamana (BSL) Bengkalis di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Bengkalis masih sepi dari pengunjung. Ditambah lagi, aktivitas di pelabuhan tersebut hanya melayani angkutan laut antar kabupaten, kondisi perawatan dinilai belum optimal.

"Kami sudah mulai melakukan pembenahan dan perbaikan secara menyeluruh, termasuk menginventarisir seluruh aset yang ada di kawasan Pelabuhan BSL. Makanya kedepan agar kawasan ini hidup akan kita tambah dengan kegiatan kuliner," ujar Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Bengkalis, Ardiansyah, Selasa (3/2/2026).

Ia menyebutkan, saat ini Dishub Bengkalis sudah mulai melakukan pembenahan dan pendataan aset-aset yang ada di Pelabuhan Bandar Sri Laksamana. Makanya ini harus dibenahi agar kawasan pelabuhan ini menjadi hidup.

Menurutnya, untuk pematangan kawasan pelabuhan akan diupayakan terlebih dahulu pada tahun anggaran berjalan. Apabila memungkinkan dan tersedia kas daerah, pembiayaan akan diusulkan melalui APBD perubahan, namun jika belum memungkinkan maka akan dianggarkan pada tahun 2027.

“Ya, kalau memungkinkan di tahun ini dan dananya tersedia, akan kita usulkan di APBD Perubahan. Namun jika belum, akan kita masukkan di anggaran tahun 2027,” ujarnya.

Ardiansyah mengatakan, fasilitas yang ada di pelabuhan tersebut, khususnya di lantai dua, sebenarnya masih dalam kondisi baik. Beberapa fasilitas seperti area memasak, kantin dan gerai masih tergolong baru, hanya saja membutuhkan penataan dan perencanaan yang lebih matang.

“Di lantai dua itu semuanya sudah ada, mulai dari tempat memasak, kantin, hingga gerai. Hanya perlu pembenahan, karena ada beberapa aset seperti kaca yang pecah dan perlu perbaikan,” jelasnya.

Ke depan kata Ardiansyah, kawasan tersebut direncanakan akan dikembangkan menjadi pusat kuliner dan ruang usaha yang dapat mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta retribusi dari pemanfaatan fasilitas milik pemerintah daerah.

Ia menyebutkan, pihaknya juga akan melakukan penataan ulang terkait pintu retribusi pelabuhan. Saat ini, pintu retribusi berada di bagian depan dan direncanakan akan dipindahkan ke bagian dalam area pelabuhan.

“Ya, kalau pintu retribusi akan kita pindahkan ke dalam, supaya nanti pengunjung yang hanya datang ke kafe atau pusat kuliner tidak dikenakan retribusi masuk pelabuhan,” jelasnya.

Saat ini, aktivitas pelabuhan masih terpusat di terminal penumpang. Sementara ruang-ruang kosong lainnya direncanakan akan dimanfaatkan sebagai gerai UMKM, kafe anak muda, pusat kuliner, serta tempat penjualan oleh-oleh khas Bengkalis seperti kain tenun dan kue tradisional.

“Hmm ya, harapan kita ke depan, ruangan kosong ini bisa dimanfaatkan untuk UMKM, kafe, dan pusat oleh-oleh. Lantai dua akan kita jadikan pusat kuliner dan kafe Gen Z yang terbuka untuk masyarakat umum, sehingga kawasan ini bisa ramai setiap saat,” jelasnya.

Editor : M. Erizal
#Pelabuhan Bandar Sri Laksamana #BSL #kawasan kuliner #bengkalis