BENGKALIS (RIAUPOS.CO) – Cuaca ekstrem mengakibatkan kemarau panjang yang melanda wilayah Pulau Bengkalis dan sekitarnya menimbulkan berbagai bencana alam. Terutama kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang semakin meluas. Terhadap musibah itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bengkalis mengajak umat Islam memanjatkan doa meminta hujan.
Karena kondisi kekeringan saat ini, dinilai telah berdampak serius pada berkurangnya ketersediaan air bersih, sektor pertanian, hingga meningkatnya risiko bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengganggu aktivitas masyarakat.
Bahkan Ketua Umum MUI Bengkalis, H Amrizal MAg sudah mengeluarkan surat imbauan resmi, dengan empat poin utama yang disampaikan kepada masyarakat, khususnya umat Islam.
"Kami sudah keluarkan surat imbauan agar umat Islam melaksanakan Salat Istisqa'. Pertama, umat Muslim diimbau untuk melakukan muhasabah (evaluasi diri), memohon ampunan, serta meningkatkan ketaatan kepada Allah SWT," harap Buya Amrizal, Kamis (12/2/2026).
Kedua, katanya lagi, seluruh imam masjid dan musala diminta membacakan doa khusus memohon hujan setiap selesai memimpin salat berjamaah lima waktu. Ketiga, para khatib diharapkan menyisipkan doa memohon hujan pada saat khutbah kedua dalam Salat Jumat.
Keempat, jika kondisi kekeringan terus berlanjut setelah upaya doa dilakukan, MUI mengimbau masyarakat untuk melaksanakan salat sunnah Istisqa’ secara berjamaah sesuai tata cara yang berlaku.
Amrizal menyebutkan, surat imbauan ini telah diterbitkan pada 11 Februari 2026. Sehingga diharapkan dapat segera dilaksanakan oleh seluruh pengurus masjid dan umat Islam di seluruh wilayah Kabupaten Bengkalis, demi menanggulangi dampak kemarau yang kian meluas.
"Imbauan ini merupakan bentuk ikhtiar batin dan penghambaan diri kita kepada Allah SWT. Semoga Allah segera mengabulkan doa kita dan menurunkan hujan yang berkah bagi wilayah Bengkalis," harap Amrizal.(ksm)