BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Memasuki hari ke tiga puasa Ramadan, kondisi harga bahan pangan di pasar tradisional di pulau Bengkalis melambung tinggi. Bahkan, yang biasanya di akhir pekan, Pasar Terubuk Bengkalis ramai dikunjungi masyarakat, namun malah sepi pengunjung, Sabtu (21/2).
Dari pantauan di lapangan, lapak-lapak penjualan ikan segar banyak yang kosong dan berkurang. Kondisi itu, menyebabkan tinggi harga jual ikan segar serta tak banyak pilihan oleh pembelinya. Seperti ikan kembung basah mencapai Rp65 ribu per kg, padahal sebelumnya hanya Rp48 ribu per kg. Ikan tenggiri Rp95 ribu per kg, dari sebelumnya Rp65 ribu per kg. Ikan parang ukuran besar Rp75 ribu dari sebelumnya Rp55 ribu per kg. Juga jenis ikan lain juga mengalami kenaikan signifikan.
Sedangkan harga daging sapi segar, sejak sebelum puasa juga mengalami kenaikan yang sangat signifikan. Meski di hari-hari biasa penjualan daging sapi jumlahnya sedikit, namun tiga hari puasa pembeli daging sapi meningkat. Kondisi itu juga menyebabkan harganya juga tinggi mencapai Rp170 ribu per kg, dari sebelumnya hanya Rp150 ribu per kg.
Demikian juga untuk daging kambing, juga mengalami kenaikan menjadi Rp150 ribu per kg, dari sebelumnya Rp140 ribu per kg. Sedangkan ayam potong Rp37 ribu per kg dalam kondisi utuh, padahal sebelum Ramadan Rp34 ribu per kg. Jika pembeliannya hanya bagian tertentu, maka harganya lebih mahal. Sementara ayam kampung Rp65 ribu per kg, dari sebelumnya Rp50 ribu per kg.
Sementara harga cabai merah asal Bukittinggi naik menjadi Rp75 ribu per kg dari harga sebelumnya Rp55 ribu per kg. Cabai rawit “setan” Rp90 ribu per kg sebelumnya Rp75 ribu per kg. Bawang merah Rp46 ribu per kg, bawang putih Rp38 ribu per kg.
“Semuanya naik. Bawa uang untuk belanja satu pekan tak cukup Rp500 ribu. Cabai bukit tinggi Rp70 ribu per kg, cabai rawit ‘setan’ Rp90 ribu per kg,” keluh Yeni, sambil memegang kepala mengaku pusing melihat harga barang naik semuanya, Sabtu (21/2).
Ia mengaku terkejut, harga ikan awal ramadan masih normal, sekarang baru puasa masuk hari ketiga semuanya naik. Bahkan ikan laut malah tak ada di pasaran dan jenis ikan biasanya banyak yang masuk. Tapi hari ini malah tak banyak pilihan, hanya ada ikan biasa saja.
“Ya, ada ikan kembung, ikan selar ukuran besar, patin darat, lele jumbo, tenggiri yang jumlahnya tak banyak. Jadi tak banyak pilihan untuk mencari ikan,” ucapnya.
Sedangkan di bagian penjualan daging, meski harganya mahal, tapi banyak dikerumuni pembeli. Itu disebabkan saat berbuka ada keluarga yang menikmati hidangan daging untuk selera makan keluarganya.
“Biar ada selera makan saja. Makanya pilih daging sapi segar walaupun harganya mahal. Tapi kan membelinya tak banyak, hanya cukup konsumsi dua kali makan yakni berbuka dan sahur,” ucap Dina, salah seorang pengunjung Pasar Terubuk Bengkalis.
Ia juga mengeluhkan mahalnya harga bahan pokok di pasar tradisional Bengkalis. Semuanya mengalami kenaikan, seperti sayur, cabai, bawang dan sebagainya. Tentu menyikapi ini harus bijak dalam berbelanja.
“Ya, harus pintar-pintar membagi uang biar cukup belanjanya. Kalau diturutkan semua mau dibeli, tapi karena puasa jadi belinya tak perlu banyak, tapi ada saat dihidangkan,” jelasnya.
Terhadap kondisi itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Kadisdagprin) Bengkalis, Zulpan menyebutkan, pihaknya sebelum Ramadan sudah melakukan sidak ke pasar terubuk dan harga sejumlah bahan pangan masih normal.
“Ya, sebelum puasa masih normal, termasuk saat Imlek. Namun saat ini terjadi lonjakan akibat pasokan berkurang dan mungkin masyarakat membatasi konsumsi karena bertepatan puasa,” jelasnya.
Ia mengaku, harga cabai dan sayuran masih stabil dan normal. Biasanya saat akhir pekan ketika pengunjung pasar ramai, maka harganya sedikit naik. Namun pihaknya tetap mengimbau pedagang agar tidak mengambil keuntungan terlalu besar.
“Jual saja dengan harga yang wajar sesuai modal beli serta harga jual barang yang tidak terlalu mencolok. Karena kondisi ini akan membuat pembelinya enggan berbelanja ke pasar,” harapnya.(ksm)
Editor : Bayu Saputra