Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Hutan Mangrove Dibabat untuk Usaha Tambak Udang

Abu Kasim • Selasa, 3 Maret 2026 | 10:45 WIB

Perangkat Pemerintahan Desa Bantan Sari meninjau lokasi pembuatan usaha tambak udang yang dekat dengan bibir pantai dan berhadapan langsung dengan Selat Melaka, Senin (2/3/2026).
Perangkat Pemerintahan Desa Bantan Sari meninjau lokasi pembuatan usaha tambak udang yang dekat dengan bibir pantai dan berhadapan langsung dengan Selat Melaka, Senin (2/3/2026).


BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Kawasan hutan mangrove seluas 3,4 haktare di Jalan Jenderal Sudirman Desa Bantan Sari, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis yang langsung berhadapan dengan Selat Melaka, dibabat oleh oknum pengusaha lokal guna dijadikan lokasi usaha tambak udang, Senin (2/3).

Yang lebih memprihatinkan, lokasi usaha tambak udang tersebut berada di bibir pantai Desa Bantan Air yang berhadapan langsung dengan Selat Melaka. Sehingga dikhawatirkan, abrasi bibir pantai akan semakin parah dengan dibangunnya usaha tambak udang tersebut.

Dari pantauan di lapangan, usai menggelar rapat bersama perangkat desa dan pemilik usaha tambak udang Aguan, langsung meninjau lokasi usaha tersebut. Lahan hutan mangrove yang awalnya milik perseorangan tersebut sudah ditumbang dengan menggunakan alat berat ekskavator.

Bahkan pengerjaan pembersihan lahan dilakukan pekerja pemilik tambak udang, dengan menumbangkan pohon mangrove jenis bakau dan api-api, sampai menuju ke bibir pantai. Dari pembersihan lahan tersebut, hanya disisakan 10 sampai dengan 0 meter dari bibir pantai.

Di lapangan, aparat desa menyebutkan, kondisi abrasi di desa tersebut sangat memperihatinkan dan dari jalan poros desa tinggal sekitar 200 meter dari bibir pantai. Jika ini tetap dilanjutkan maka akan mengancam kondisi Pulau Bengkalis dan akan mempercepat proses abrasi pantai yang berhadapan langsung dengan Selat Melaka.

’’Lokasinya hanya menyisakan 10 meter dari bibir pantai. Sedangkan abrasi sebelumnya dalam 5 tahun ini sudah mencapai 10 meter. Jadi kami khawatir dengan dibangunnya tambak udang maka abrasi akan semakin luas memakan daran pantai,’’ jelas Abdul Muis, salah seorang tokoh masyarakat Desa Bantan Sari yang ikut melihat kondisi pantai di desanya, Senin (2/3).

Editor : Arif Oktafian
#tambak udang #kawasan hutan mangrove #dibabat #pengusaha lokal