BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Dinas Perhubungan kabupaten Bengkalis, terus berupaya untuk mengatur pola operasional kapal di pelabuhan RoRo Bengkalis untuk mingguan. Dari lima kapal yang ada, pada Senin sampai Kamis penyeberangan menggunakan tiga kapal yang beroperasi.
Sementara dua lainnya, menjalani istirahat sebagai kesempatan untuk perawatan ringan. Sedangkan pada Jumat, Sabtu dan Ahad, empat kapal dioperasikan untuk mengantisipasi peningkatan jumlah penumpang.
“Ya, khusus mulai 6 Maret hingga arus balik akhir Maret, bertepatan dengan libur sekolah, kami akan mengoperasikan penuh empat kapal dan satu kapal standby,” jelas Kepala Bidang Pelayaran Dishub Bengkalis Edi Kurniawan, Kamis (5/3/2026).
Menurutnya, kapal kelima tersebut disiapkan sebagai cadangan apabila terjadi gangguan operasional atau lonjakan jumlah penumpang, khususnya kendaraan roda dua yang berpotensi meningkat signifikan.
“Nantik, kalau terjadi kepadatan penumpang, maka kapal kelima bisa langsung kita operasikan untuk mengurai antrean,” jelasnya.
Edi menjelaskan, pihaknya tidak langsung mengoperasikan lima kapal sekaligus karena keterbatasan akses dermaga. Di masing-masing pelabuhan hanya tersedia dua dermaga efektif, sehingga pola operasi empat kapal dinilai paling optimal.
Terkait jadwal docking perawatan besar, pihanya akan memastikan tidak ada kapal yang menjalani docking saat periode Lebaran. Perbaikan kapal mereka akan dilakukan pada Juni 2026.
“Kalau posisi hari raya tahun ini aman, tidak ada yang docking. Jadwal docking paling cepat Juni atau Juli. Sampai sekarang belum ada surat resmi dari perusahaan,” jelasnya.
Namun berdasarkan perkiraan, KMP Mutiara Pertiwi 2 kemungkinan akan menjalani docking pada Juli mendatang, sebagaimana biasanya surat pemberitahuan disampaikan sebulan sebelumnya.
Di sisi lain, Edi juga mengungkapkan bahwa untuk Dermaga 1 Sungai Selari-Pakning, memang terdapat pembatasan akses untuk kendaraan bertonase besar.
“Untuk Dermaga 1 Sungai Selari-Pakning memang dibatasi untuk kendaraan tonase besar. Seperti roda enam atau colt diesel tidak bisa melewati dermaga satu, namun untuk kendaraan penumpang, pick up, atau bobot 4 sampai 5 ton masih diperbolehkan,” ujarnya.
Baca Juga: Pemko Komitmen Bangun Infrastruktur dan Layani Warga
Sementara itu, untuk dermaga lain kondisi infrastruktur masih normal dan tidak terdapat kerusakan hingga saat ini. Dishub Bengkalis juga mengimbau masyarakat agar dapat mengatur waktu perjalanan dan tidak menumpuk pada jam-jam tertentu.
“Jam operasional kita mulai pukul 07.00 WIB sampai 24.00 WIB. Harapan kami masyarakat bisa menyesuaikan jadwal,” jelas Edi.
Ia menyebutkan, selama ini kepadatan sering terjadi pada sore hingga dini hari, khususnya di Pakning yang biasanya mulai ramai sekitar pukul 01.00 WIB.
“Kalau bisa perjalanan diatur dari pagi sudah ada yang menyeberang, sehingga tidak menumpuk di sore atau malam hari,” harapnya.
Apabila terjadi kepadatan pada malam hari, Dishub akan berkoordinasi dengan perusahaan pelayaran untuk menambah jadwal, termasuk mengoperasikan kapal yang seharusnya beristirahat.
Seluruh perubahan pola operasi maupun penataan sirkulasi di pelabuhan, khususnya di Sungai Pakning, ditargetkan sudah diterapkan sebelum Lebaran guna memastikan kelancaran dan kenyamanan pengguna jasa penyeberangan.(ksm)
Editor : Edwar Yaman