BENGKALIS (RIAUPOS.CO) -- Tahun ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis tidak menggelar perlombaan Festival Lampu Colok dan Pawai Takbir pada malam Hari Raya Idulfitri 1 Syawal.
Di mana pelaksanaan pawai takbir seperti tahun-tahun sebelumnya diperlombakan. Meski tak diperlombakan, namun Pemkab Bengkalis meminta partisipasi desa/kelurahan serta rumah ibadah masjid dan musala dalam memeriahkan malam kemenangan tersebut.
Hal ini diputuskan pada rapat Pawai Takbir Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah yang dipimpin Staf Ahli Bupati Bengkalis Andris Wasono, di ruang Hang Jebat Kantor Bupati Bengkalis, Kamis (5/3/2026).
Ia menyampaikan, tahun ini Pemkab Bengkalis tetap melakukan kegiatan pawai takbir Hari Raya Idulfitri 1447 H. Meskipun pelaksanaan kegiatan ini tidak diperlombakan, namun pihaknya mengajak kepada pengurus rumah ibadah masjid dan musala untuk ikut berpartisipasi dalam menyemarakkan malam takbiran Idulfitri 1447 H.
"Intinya kegiatan ini tidak ada paksaan atau kewajiban untuk membuat miniatur bagi peserta pawai takbir, namun kita hanya mengajak bersama-sama mengundang takbir atas kemenangan umat Islam pada malam 1 Syawal," harapnya.
Andris menjelaskan, pelaksanaan pawai takbir melibatkan peserta dari jamaah masjid dan musala/surau masyarakat desa dan kelurahan, ditambah dengan iring-iringan miniatur gerobak hias, jika ada.
"Untuk partisipasi dalam memeriahkan pawai takbiran ini, diminta kepada kepala desa/lurah, pengurus masjid/Musala sebagai utusan desa/kelurahan mengikuti pawai takbir malam 1 Syawal 1447H/2026 M," ungkapnya.
Terkait informasi maupun ketentuan lebih lanjut terhadap juknis pelaksanaan Pawai Takbir Idulfitri ini, akan disampaikan dalam surat edaran dari Bagian Kesra Sekretariat Daerah Bengkalis.
Editor : Rinaldi