BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Cuaca ekstrem membuat api di lahan dan hutan di Jalan Parit Jawa RT 004 RW 002 Dusun Sungai Mesim 2, Desa Sukarjo Mesim Kabupaten Bengkalis kembali membara.
Bahkan api karhutla sudah menembus hingga desa tetangga di Jalan Perjuangan Desa kebumen, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau, Kamis (12/3/2026).
Petugas gabungan berjibaku melakukan pemadaman dan pendinginan sejak pukul 09.00 WIB sampai sore hari di lokasi Karhutla yang sebelumnya sudah melahap sekitar 200 hektare.
"Ya, kami sudah berusaha keras mulai memadamkan api yang kembali membara sampai melakukan pendinginan. Karena lokasinya tidak hanya di bekas kebakaran sebelumnya, tapi sudah menyeberang ke desa lain, yakni di Jalan Perjuangan Desa Kebumen, Kecamatan Rupat," ujar Kapolsek Rupat AKP Faisal, Kamis (12/3/2026) malam.
Ia menyebutkan, lokasi awal kebakaran di Jalan Parit Jawa dusun sungai Mesim 2 RT 004 RW 002 dan di Jalan Sukajadi Desa Sukarjo Mesim, tembus hingga Jalan Perjuangan Desa Kebumen. Sedangkan lahan yang terbakar mencapai 30 hektare lebih.
Sedangkan kondisi lahan yang terbakar merupakan semak belukar, kebun kelapa sawit. Dengan jenis tanah gambut kering dan kondisi angin kencang dan kerap berubah arah, serta cuaca panas terik membuat api sulit dipadamkan.
"Sebagian lahannya juga merupakan hutan pohon mahang. Sedangkan pemilik dan penyebebnya masih dalam proses penyelidikan," jelasnya.
Kapolsek menyebutkan, saat ini masih terpantau di aplikasi DLK ada 19 titik hot spot. Sedangkan yang berada dalam satu hamparan di Jalan Jawa dusun sungai Mesim 2 Desa Sukarjo Mesim hingga ke Jalan Sukajadi Desa Sukarjo Mesim tembus hingga Jalan Perjuangan Desa Kebumen Kecamatan Rupat.
Ia mengatakan, kondisi terakhir saat ini di lokasi Karhutla di Desa Sukarjo Mesim, api di sebagian lokasi bekas terbakar muncul kembali yang disebabkan oleh kondisi cuaca yang panas serta angin yang bertiup cukup kencang dan kerap berubah arah.
"Sedangkan untuk kondisi air di lokasi Karhutla sangat minim dan sulit, dikarenakan terbatasnya sumber air yang ada dikanal dan embung. Kami terus melakukan koordinasi serta kerja sama dengan seluruh pihak terkait dalam rangka melaksanakan langkah-langkah mitigasi, pemadaman, dan pendinginan pada lokasi Karhutla," jelasnya.
Ia juga mengatakan, upaya tersebut dilakukan secara terpadu guna memastikan penanganan berjalan optimal serta mencegah potensi munculnya kembali titik api.
Selama proses terjadinya pemadaman dan pendinginan tidak ada korban jiwa.
"Kami juga melakukan upaya pemantauan lokasi dan terus dilakukan, guna mencegah terjadinya kebakaran lanjutan dan meluas ke lokasi lain yang berada dalam satu hamparan," jelasnya.(ksm)
Editor : M. Erizal