Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Hidupkan Malam 27 Ramadan, Pemuda Sakai Pematang Pudu Gelar Festival Lampu Colok

Abu Kasim • Rabu, 18 Maret 2026 | 14:20 WIB

Guna menghidupkan malam ke-27 Ramadan 1447 Hijriah, pemuda RW01 Kelurahan Pematang Pudu, Kecaman Mandau menggelar festival lampu colok, Selasa (17/3/2026).
Guna menghidupkan malam ke-27 Ramadan 1447 Hijriah, pemuda RW01 Kelurahan Pematang Pudu, Kecaman Mandau menggelar festival lampu colok, Selasa (17/3/2026).

DURI (RIAUPOS.CO) -- Menghidupkan malam ke-27 Ramadan 1447 Hijriah, pemuda RW 01 Kelurahan Pematang Pudu, Kecaman Mandau, menggelar festival lampu colok, Selasa (17/3/2026) malam.

Ratusan lampu colok yang berjajar di sepanjang Jalan Bathin Betuah, membuat kampung jadi terang. Suasana hangat penuh kebersamaan dalam Festival Lampu Colok yang digelar pemuda setempat menghadirkan keramaian bagi masyarakat yang ingin melihat gemerlapnya lampu colok tradisional tersebut.

Kegiatan yang digagas Pemuda Sakai di wilayah tersebut, menjadi bagian dari upaya memeriahkan malam-malam Ramadan sekaligus mempererat tali silaturahmi antar-warga. Festival ini pun disambut antusias masyarakat yang turut hadir menyaksikan keindahan lampu-lampu tradisional yang menerangi malam.

Tokoh Pemuda Sakai, Faiz bersama Ketua RW01 Kelurahan Pematang Pudu, Kuri menyampaikan, kegiatan tersebut berawal dari ide salah seorang pemuda Sakai bernama Diro. Ia mengusulkan agar tradisi lampu colok kembali dihidupkan sebagai simbol kegembiraan menyambut Ramadan.

Ide tersebut kemudian disampaikan kepada pihak kelurahan dan kecamatan, hingga akhirnya mendapat dukungan penuh untuk dilaksanakan di lingkungan RW01 Kelurahan Pematang Pudu.

Lurah Pematang Pudu, Muhammad Vicky juga menyampaikan apresiasinya, terhadap kreativitas dan semangat pemuda yang mampu menghadirkan kegiatan positif bagi masyarakat. "Ya, Pemerintah Kelurahan Pematang Pudu akan selalu mendukung kegiatan yang positif dan bermanfaat bagi pemuda serta masyarakat," ujar Vicky.

Sementara itu, Camat Mandau Riki Rihardi yang hadir bersama Ketua TP-PKK Kecamatan Mandau Dewi Asdinar serta jajaran staf kantor camat, mengaku bangga melihat tingginya semangat masyarakat dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

Menurutnya, kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan sederhana seperti Festival Lampu Colok mampu memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat.

"Kami bangga atas ide yang telah diberikan oleh pemuda RW01 sehingga kegiatan ini bisa terlaksana. Dengan kebersamaan seperti ini banyak hal yang bisa kita buat," jelas Riki Rihardi.

Ia juga berpesan kepada para ketua RT dan RW agar selalu membuka ruang komunikasi dengan masyarakat. Mungkin selama bertugas tidak selalu bisa menyelesaikan persoalan masyarakat, tetapi setidaknya kita menerima mereka dengan baik dan hati yang lapang. Dengan begitu masyarakat merasa didengar meskipun belum langsung mendapatkan solusi.

Festival Lampu Colok ini tidak hanya menjadi ajang memperindah malam Ramadan, tetapi juga menjadi simbol kuatnya nilai gotong royong, kekompakan, serta semangat kebersamaan masyarakat Pematang Pudu dalam menjaga tradisi dan budaya lokal agar tetap lestari.

Editor : Rinaldi
#festival lampu colok #pemuda sakai #malam 27 ramadan