Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Anak Kandung Temukan Ayahnya Tewas Gantung Diri dengan Kain Panjang

Abu Kasim • Minggu, 22 Maret 2026 | 12:45 WIB

Petugas polisi dan warga membantu mengevakuasi korban gantung diri dalam rumahnya di Jalan Bhatin Tomat, RT/RW 02/04 Desa Semunai, Kecamatan Pinggir, Bengkalis, Sabtu (21/3/2026) siang.
Petugas polisi dan warga membantu mengevakuasi korban gantung diri dalam rumahnya di Jalan Bhatin Tomat, RT/RW 02/04 Desa Semunai, Kecamatan Pinggir, Bengkalis, Sabtu (21/3/2026) siang.

PINGGIR (RIAUPOS.CO) - Masyarakat Desa Semunai, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis dihebohkan tewasnya seorang warga berjenis kelamin laki-laki bernama Eko Andrianto (38), yang diduga tewas akibat gantung diri di dalam rumahnya, Sabtu (21/3/2026) sekitar pukul 11.15 WIB.

Korban ditemukan dalam kondisi tergantung di bagian pintu tengah rumahnya di Jalan Bhatin Tomat, RT/RW 02/04 Desa Semunai. Sedangkan korban pertama kali ditemukan oleh anak kandungnya sendiri.

Sedangkan dari informasi di lapangan menyebutkan, kejadian bermula saat anak korban, Asifa Eka Putri (12), bersama adiknya dijemput kakeknya untuk pergi ke rumah kerabat sekitar pukul 10.10 WIB.

Baca Juga: Polres Siaga Arus Balik Idulfitri, Jalur Lintas Tengah Kuansing Sepi

Saat itu korban bersama istri dan anak bungsunya, masih berada di rumah. Sekitar pukul 11.15 WIB, saksi bersama kakeknya kembali ke rumah. Karena pintu terkunci dari dalam, saksi membuka melalui jendela kaca nako.Betapa terkejutnya sang anak, ketika melihat ayahnya sudah dalam kondisi tergantung dengan kain panjang di bagian pintu tengah rumah.

Melihat itu, anak korban langsung berlari keluar sambil berteriak memanggil kakeknya. Saat dilakukan pengecekan, korban ditemukan dalam posisi terduduk di atas kursi plastik berwarna hijau, dengan leher terikat kain panjang warna krem yang tersangkut di bagian atas pintu.

Sementara korban saat ditemukan tidak menggunakan baju. Hanya menggunakan celana pendek hitam, dengan kondisi kaki terlipat di atas kursi. Di mana kaki kanan menyentuh lantai.

Sementara kakek korban, yang datang ke lokasi langsung memastikan kondisi korban dan mendapati bahwa nadi sudah tidak berdenyut. Sekitar pukul 12.40 WIB, personel Polsek Pinggir tiba di lokasi dan langsung melakukan tindakan olah TKP serta memasang garis polisi.

Baca Juga: Angkat Batang Terendam, Pokdarwis Bukit Batu Gelar Festival: Semah Terubuk

Sementara itu, istri korban, Riska Julianti, tiba di rumahnya. Karena sebelumnya dirinya mengaku sempat diminta korban untuk pergi lebih dulu ke rumah orang tuanya di Dusun Air Hitam.

Atas kejadian itu, pihak keluarga korban menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan visum maupun autopsi, dengan membuat surat pernyataan resmi yang diketahui oleh Ketua RT setempat.

"Sudah kita lakukan olah TKP, namun pihak keluarga tidak mau dilakukan visum, maka jasad korban diserahkan ke keluarga untuk dilakukan proses pemakaman," jelas Kapolsek Pinggir AKP Bayu Ramadan, Ahad (22/3/2026).

Ia menjelaskan, dari keterangan para saksi, termasuk istri dan keluarga bahwa korban tidak memiliki permasalahan dengan keluarga maupun orang lain. Namun, karena tidak dilakukan autopsi, penyebab pasti kematian tidak dapat dipastikan secara medis.

Baca Juga: Silaturahmi Dengan Masyarakat pada Hari Pertama Lebaran di Kediaman, Plt Gubri Ajak Tingkatkan Silaturahmi

Ia menyampaikan, bahwa pihak kepolisian telah melakukan serangkaian tindakan, mulai dari mendatangi TKP, olah TKP, pemasangan police line, hingga pemeriksaan saksi-saksi.

“Selama kegiatan berlangsung, situasi dalam keadaan aman dan terkendali. Kami berharap masyarakat untuk tetap menjaga Kamtibmas di wilayahnya masing-masang. Karena saat ini adalah momen hari baik yakni hari raya Idul Fitri," jelasnya.

 

Editor : Edwar Yaman