BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Kondisi cuaca ekstrem dan sudah satu bulan tidak turun hujan, membuat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pulau Rupat Kabupaten Bengkalis makin meluas, khususnya di di kecamatan Rupat luas lahan yang terbakar mencapai 350 hektare.
Tidak hanya petugas, masyarakat setempat juga ikut dilibatkan dalam memadamkan api. Sehingga kondisi hari raya Idulfitri bukan dimanfaatkan untuk bersilaturahmi ke rumah tetangga dan sanak saudaranya melainkan ikut memadamkan api agar tidak meluas semakin jauh.
"Tak lebaran kami. Karena saat lebaran itu apa malah membesar. Bahkan sebelumnya mencapai 200 hektare sekarang sudah lebih dari 350 hektare luas lahan yang terbakar," ujar Mualikul, salah seorang warga di Kecamatan Rupat, Bengkalis, Selasa (24/3/2026).
Bahkan pada saat hari raya Idulfitri 1447 Hijriyah, Sabtu (21/3/2206) Satgas pemadam kebakaran termasuk dari Polsek Rupat malah berjibaku memadamkan api di lahan yang sebelumnya sudah terbakar dan kembali menyala. Bahkan sampai, Selasa (24/3/2026) pagi, kondisi di lapangan, api masih menyala dan menimbulkan asap tebal.
"Sejak usai salat Idulfitri kami sudah berada di lapangan memadamkan api. Kemudian di lanjutkan dilokasi pemadaman dan pendinginan Karhutla di Jalan Meranti Kelurahan Pergam, Jalan Parit Jawa Dusun Sungai Mesim 2 RT 004 RW 002 dan di Jalan Sukajadi Desa Sukarjo Mesim tembus hingga Jalan Perjuangan Desa Kebumen Kecamatan Rupat, Bengkalis," ujar Kapolsek Rupat, AKP Faisal, Selasa (24/3/2026).
Ia menyebutkan, luas lahan terbakar di Jalan Meranti Kelurahan Pergam seluas 10 Ha, di Jalan Parit Jawa Dusun Sungai Mesim 2 RT 004 RW 002 dan di jalan Sukajadi Desa Sukarjo Mesim tembus hingga Jalan Perjuangan Desa Kebumen Kecamatan Rupat seluas 40 Ha, total keseluruhan lahan terbakar 50 hektare.
"Kondisi lahan terbakar adalah semak belukar, daun pakis, dan kebun kelapa sawit. Jenis tanah gambut kering dan tiupan ngin kencang dan kerap berubah arah. Cuaca panas terik dan sudah 1 bulan tidak turun hujan. Sebagian lahan merupakan hutan pohon mahang," jelasnya.
Ia menyebutkan, sampai saat ini pihaknya masih mencari pemilik lahan dan masih dalam penyelidikan dan penyebab karhutla juga masih dalam penyelidikan polisi.
Faisal mengatakan, tindakan Kepolisian yang telah dilakukan mendatangi TKP, melakukan cek TKP, mlakukan upaya pemadaman dan pendinginan, dokumentasi, mencatat saksi - saksi, membuat laporan.
Ia mengatakan, personel yang turun pemadaman dan pendinginan, dari Polsek Rupat 7 personel, Polsek Rupat Utara 4 personel, Koramil Rupat 3 personil, BPBD Kecamatan Rupat 6 personel, BPBD Kecamatan Rupat Utara 6 personel.
Satpol PP Kecamat Rupat 3 personel, PT SRL 30 Personel, MPA Kelurahan Pergam 10 personel, MPA Desa Mesim 10, MPA Kebumen 10 personel, MPA Sri Tanjung 10 Personil, MPA desa Lecah 5 personel, MPA Desa Cingam 3 personel, MPA Desa Pangkalan Nyirih 10 personel, masyarakat pemilik kebun lebih kurang 50 orang, MPA Desa Terkul 3 personel.
Menurutnya, karhutla di Jalan Parit Jawa dusun sungai Mesim 2 RT 004 RW 002 dan di Jalan Sukajadi Desa Sukarjo Mesim tembus hingga jalan perjuangan desa kebumen Kecamatan Rupat.
"Karhutla ini dalam satu hamparan di Jalan Sukajadi Desa Sukarjo Mesim Kecamatan Rupat tembus hingga jalan perjuangan Desa Kebumen Kecamatan Rupat," jelasnya.
Adapun saat ini lokasi kebakaran yang terpantau di aplikasi dasbor lancang kuning (DLK) yakni di Jalan Meranti Kelurahan Pergam Kecamatan Rupat sebanyak 16 titik dengan rincian: hotspot kuning 13 titik, hotspot hijau 1 titik, hotspot merah 2 titik.
Di Jalan Sukajadi Desa Sukarjo Mesim Kecamat Rupat tembus hingga Jalan Perjuangan Desa Kebumen sebanyak 70 titik dengan rincian: hotspot kuning 47 titik, hotspot hijau 11 titik, hotspot merah 12 titik. Total jumlah hotspot yang terpantau di aplikasi DLK 86 titik hotspot.
"Kondisi terakhir untuk lokasi di Kelurahan Pergam titik api sudah padam namun asap masih banyak muncul yang berpotensi akan menghidupkan api kembali dikarenakan cuaca panas terik, angin kencang puting beliung sehingga menyulitkan pemadaman dan dalam 1 bulan tidak ada turun hujan," jelasnya.
Ia menyebutkan, saat ini di beberapa lokasi Desa Kebumen dan Teluk Lecah di beberapa titik api masih hidup di dalam hutan pohon mahang, hal ini diakibatkan di lokasi karhutla sudah lebih satu bulan tidak turun hujan, selain itu cuaca sangat panas terik disertai angin puting beliung yang berhembus kencang.
Untuk kondisi air di beberapa lokasi karhutla di Jalan Meranti Kelurahan Pergam sangat minim dan sulit dikarenakan terbatasnya sumber air yang ada di kanal dan embung, sedangkan untuk di wilayah Jalan Perjuangan Desa Kebumen, air di dalam kanal ketersedian air mencukupi untuk pemadaman.
Kapolsek Rupak mengaku sudah melakukan koordinasi dan kerjasama dengan seluruh stakeholder terkait untuk melakukan penambahan personel pemadaman karhutla antara lain bersama BKO Polres Bengkalis, Manggala Agni, PT SRL, PT MMJ, PT Priatama, MPA Kecamatan Rupat dan masyarakat pemilik kebun.
Diharapkan bersama-sama mempercepat pemadaman dan pendinginan karhutla di Kecamatan Rupat.
"Kita juga sudah melakukan pelebaran kanal, pembuatan embung dan penyekatan api dengan menggunakan 1 nit alat berat milik masyarakat. Upaya pemantauan lokasi akan terus dilakukan guna mencegah terjadinya kebakaran lanjutan dan meluas ke lokasi lain yang berada dalam satu hamparan atau di lokasi lain yang rawan Karhutlah," jelas Kapolsek Rupat. (ksm)
Editor : M. Erizal