Pemberlakukan E-Tiketing Ro-Ro Bengkalis Berakhir

Abu Kasim • Dipublikasikan Kamis, 2 April 2026 | 12:28 WIB
Pelayanan penyeberangan Ro-Ro Bengkalis kembali menggunakan sistem manual dan membuat antrean penyeberangan memakan waktu cukup lama. Kendaraan harus mengantre lebih dari lima jam, Rabu (1/4/2026). (ABU KASIM)
Pelayanan penyeberangan Ro-Ro Bengkalis kembali menggunakan sistem manual dan membuat antrean penyeberangan memakan waktu cukup lama. Kendaraan harus mengantre lebih dari lima jam, Rabu (1/4/2026). (ABU KASIM)

 

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Pemberlakukan e-tiketing di Ro-Ro Bengkalis sudah berakhir dan masyarakat pengguna penyeberangan Ro-Ro harus kembali ke sistem manual. Namun karena melihat lancarnya arus mudik dan balik Idulfitri 1447 Hijriah, masyarakat berharap e-tiketing kembali diberlakukan.

’’Kami mengharapkan e-tiketing diberlakukan seterusnya. Karena sangat mempermudah masyarakat serta memberikan kepastian jam keberangkatan. Tapi sekarang dikembalikan ke manual, maka kami harus mengantre cukup lama di dermaga Air Putih Bengkalis,’’ ujar Andi, salah sekarang warga Bengkalis saat mengantre di Dermaga Ro-Ro air putih Bengkalis, Rabu (1/4).

Sementara itu,  Kepala Ombudsman RI Perwakilan Riau, Bambang Pratama yang langsung turun ke dermaga Ro-Ro Bengkalis, menilai pelayanan penyeberangan Ro-Ro Bengkalis mengalami peningkatan signifikan selama arus mudik dan balik  Idulfitri 1447 H/2026 M.

‘’Pemantauan ini memang rutin kami lakukan setiap tahun, baik di bandara, terminal, maupun pelabuhan penyeberangan. Untuk ­Ro-Ro Bengkalis, sebelumnya menjadi perhatian, namun hasil peninjauan menunjukkan adanya perubahan yang sangat signifikan,’’ ujar Bambang, Rabu Berdasarkan hasil observasi di Pelabuhan Ro-Ro Bengkalis, Ombudsman menemukan berbagai perbaikan dalam sistem pelayanan, mulai dari pengaturan antrean kendaraan hingga penyediaan fasilitas pendukung.

Baca Juga: Gempa Bumi Magnitudo 7,6 di Kota Bitung: Seorang Warga Meninggal Dunia dan Beberapa Infrastruktur Rusak

’’Antrean kendaraan roda empat sudah jauh lebih tertib karena menggunakan sistem tiket online. Kami berharap sistem ini dapat diterapkan secara berkelanjutan agar ada kepastian pelayanan bagi masyarakat,’’ jelasnya.

Dalam pemantauan selama arus mudik, tercatat sebanyak lima kapal beroperasi di lintas Bengkalis-Sei Selari, dengan satu kapal tambahan dalam posisi siaga untuk mengantisipasi lonjakan penumpang.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayaran Dishub Bengkalis Edi Kurniawan mengatakan, pemberlakukan e-tiketing sudah berakhri pada 1 April 2026, dengan berakhirnya program pelayanan selama arus mudik dan balik sejak 10-31 Maret 2026.

’’Sudah berakhir dan diberlakukan secara manual pelayanan penyeberangan. Karena ini sifatnya uji coba penggunakan e-tiketing, ternyata respon masyarakat sangat positif,’’ jelasnya.(ksm)

 

Editor : Arif Oktafian
PEMBERLAKUAN E TIKETING KEMBALI KE SISTEM MANUAL roro bengkalis bambang pratama