BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Setelah pekan lalu (Jumat) Kapolda Riau turun langsung dan memberikan dukungan kepada petugas gabungan, kali ini Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Riau, Kombes Pol Ino Harianto bersama Asops Kodam XIX Tuanku Tambusai (TT) Riau meninjau langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan Akit Jaya, Desa Kembung Baru, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Senin (6/4/2026).
Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan, kondisi terkini di lapangan sekaligus memberikan dukungan kepada personel gabungan yang telah berjibaku memadamkan api selama kurang lebih dua pekan terakhir.
Terus meluasnya lokasi karhutla di Kecamatan Bantan dan Bengkalis tersebut, Karo Ops Polda Riau Kombes Ino Harianto menegaskan, bahwa penanganan karhutla dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari Polri, TNI, masyarakat, BPBD serta yang lainnya.
Baca Juga: Menembus 13 Kampus Dunia, Langkah Pasti M Arief Hidayat Annas dari MAN 2 Pekanbaru
“Di sini kami hadir secara kolaboratif dengan konsep multihelix. Seluruh unsur terlibat, baik dari Polda maupun Kodam, untuk memastikan kondisi personel di lapangan dalam upaya penanggulangan karhutla berjalan dengan baik,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan, apresiasi dan memberikan motivasi kepada seluruh petugas, yang terus berupaya mengendalikan kebakaran di tengah kondisi yang tidak mudah.
“Tentunya kami memberikan motivasi dan semangat kepada personel yang sudah bekerja keras selama ini. Karena setiap hari harus berhadapan dengan bahaya, yakni api serta kondisi asap yang sangat pekat saat melakukan pemadaman,” jelasnya.
Baca Juga: ASN Kemenkum Riau Diingatkan Soal Integritas dan Responsif Terhadap Situasi Global
Selain fokus pada pemadaman, Karo Ops Polda Riau juga menekankan, pentingnya penegakan hukum terhadap pelaku karhutla. Pihaknya menegaskan, bahwa tindakan tegas akan diberlakukan bagi siapa saja yang terbukti menyebabkan kebakaran, baik secara sengaja maupun karena kelalaian.
“Penegakan hukum tetap menjadi prioritas. Siapa pun yang melakukan, baik sengaja maupun tidak sengaja yang mengakibatkan karhutla, akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.
Ia mengungkapkan, sepanjang tahun 2025, Polda Riau telah menangkap 70 tersangka kasus karhutla. Sementara pada awal tahun 2026 ini, sudah terdapat 17 tersangka yang diamankan setelah melalui proses penyelidikan dan penyidikan.
“Dari hasil penyelidikan, ada yang terbukti sengaja dan ada juga karena kelalaian,” jelasnya.
Baca Juga: TKA Terkendala Jaringan Satu SMP di Tebingtinggi Terpaksa Diusulkan Ujian Susulan
Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar menambahkan, dampak dari larhutla ini sangat luar biasa. Data sementara sudah sekitar 100-an hektare lahan gambut yang terbakar di Pulau Bengkalis.
"Ya, semua harus menjaga alam kita, dan alam akan menjaga kita. Kondisi sekarang yang terjadi harus menjadi pelajaran bersama akan bahanya karhutla bagi lingkungan dan kesehatan," jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, Kombes Ino turut didampingi Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar, jajaran TNI di antaranya Asops Kasdam I/Bukit Barisan Kolonel Rendra, Kabid TIK Polda Riau Kombes Pol Andi Yul, serta sejumlah pejabat lainnya.
Hadir pula Sekretaris Daerah Bengkalis dr Ersan Saputra bersama sejumlah pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis.
Baca Juga: Pemprov Segera Buka Seleksi Calon Komisaris dan Direksi BRK Syariah
"Peninjauan ini menjadi bentuk sinergi lintas sektor, dalam upaya mempercepat penanganan karhutla serta memastikan langkah pencegahan dan penegakan hukum berjalan optimal di wilayah Kabupaten Bengkalis," tegas Kapolres.
Sedangkan kondisi karhutla di pesisir Riau, di enam desa di Kecamatan Bantan dan Bengkalis yakni Desa Pelkun, Kelemantan, Sekodi, Teluk Lancar, Kembung Luar dan Desa Kembung Baru membuat daerah tersebut terus diselimuti asap dan juga partikel debu kebaran yang bertebaran di udara.
Kepala Seksi Pemerintahan Desa Kembung Luar , Ahban juga mengatakan, sampai saat ini kebakaran lahan terus meluas dan sudah sampai ke desa tentanganya yakni Desa Kembung Baru. Bahkan asapnya setiap pagi sangat tebal dan partikel debu karhutla bertebaran di udara, kondisi ini sangat membahayakan warga.
Baca Juga: Penegasan Batas Wilayah Tak Kunjung Kelar, Pemkab Meranti Siapkan Audiensi ke DPR RI
Ia berharap, ada bantuan segera dari provinsi maupun pusat untuk mengirim helikopter dengan water bombingnya. Kalau ini tidak dilakukan, pihaknya khawatir seluruh lahan dari lima desa yang berdekatan akan terus terbakar.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bengkalis Salman Alfarisi ST juga mengatakan, sampai saat ini kawasan Karhutla terus meluas. Bahkan yang terparah saat ini adalah di pulau Bengkalis.
Ia mengatalan, kebakaran di Kecamatan Bengkalis terjadi di Dusun Mekar Sari RT02/RW 03 Desa Palkun, Dusun Sungai Dua Desa Kelemantan, Dusun Telaga 7 RT02/RW06 Dusun Nyatuh Desa Sekodi. Kondisi ini sudah masuk hari ke 8. Karena cuaca ekstrim yakni angin kencang, musim kemarau dan gambut kering.
Awalnya karhutla terjadi di Desa Kelemantan yang membakar lahan perkebunan di Dusun Mekar sari RT.02/RW.03 sampai ke Desa Palkun yakni perkebunan sawit, karet dan sagu. Luas lahan yang terbakar lebih kurang 180 hektar, yang berhasil dipadamkan sekitat 60 ha dan dalam proses pendinginan lebih 120 Ha.
Salam mengatakan, dalam proses pemadaman melibatkan personil BPBD Riau 13 personel, BPBD Bengkalis 15 personel, Polri 60 personel, TNI 50 personel, Manggala Agni 20 personel, masyarakat 60 personel dan perangkat desa 25 personel.
Sarpras digunakan, dari BPBD Riau mesin kohler 24 Hp 1 unit, straker 2 unit, selang 50 roll, Nouzle3 unit, mobil operasional 3, motor trail 1. BPBD Bengkalis, mesin mini streke 2 unit, selang 10 Roll Nouzle 2 Unit. MPA berupa mesin robin 2 unit. Sedangkan kebutuhan mendesak adalah alat berat Excavator untuk membuat skat serta menggali sumber air.
"Kami masih membutuhkan tambahan personel dan peralatan
Karena kondisi terkini titik api dan asap masih ada dan upaya yang sudah dilakukan berkoordinasi, melakukan pemantauan, pelaporan dan pemadaman oleh Satgas Gabungan darat," jelas Salman.
Sedangkan di Kecamatan Bantan, sudah memasuki hari ke 10, sejak Jum’at, 27 Maret 2026 dan sampai saat ini kebakaran di lokasi perkebunan masyarakat din Dusun 022 Jalan Perkebunan IV Dusun 03, Desa Teluk Lancar masih dilakukan pemadam dilahan yang terbakar mencapai 53 Ha.
"Karena luasnya lahan terbakar terus bertambah, maka kami membutuhkan tambahan personel dan juga peralatan. Bahkan kebakaran terus meluas sampai di Jalan Darat Limau RT04/RW.02, Desa Kembung Luar. Luas lahan terbakar mencapai 18 hektare, yang berhasil dipadamkan 6 Ha dan dalam proses pendinginan 12 hektare," jelasnya.
Salman mengatakan, penanganan karhutla di Kabupaten Bengkalis yang terjadi dengan rincian di Kecamatan Rupat sebanyak 2 hot spot, dengan luas lahan 2 ha di Desa Sri Tanjung. Kecamatan Rupat Utara 1 kejadian luas lahan 25 ha di Desa Titi Akar Kecamatan Bengkalis 6 titik panas luas lahan 180 ha di Desa Pedekik, Kelemantan, Palkun.
"Sedangkan dibKecamatan Bantan sebanyak 4 titik dengan luas lahan terbakar mencapai 71 ha di Desa Teluk Lancar, Kembung Luar dengan total titik api sebanyak 11 titik dengan luas lahan terbakar mencapai 278 ha," jelasnya.(ksm)
Editor : Edwar Yaman