BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Ribuan pelanggan air bersih Perumda Tirta Terubuk Bengkalis di Kota Bengkalis, mengalami kesulitan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Akibatnya sebagian pelanggan harus merogoh saku cukup dalam untuk mencari air cadangan, yakni dengan membeli air galon untuk kebutuhan mandi dan memasak.
‘’Sudah sepekan ini kita membeli air galon untuk mandi dan memasak. Karena sudah sepekan air bersih dari PDAM tak mengalir ke rumah. Karena waduk air bakunya sedang kering,’’ ujar Stiv, salah seorang warga Desa Senggoro, Jumat (10/4).
Ia mengaku, untuk mendapatkan air galon juga susah, karena produksi air galon juga menggunakan air PDAM Bengkalis. Makanya untuk mendapatkan air galon jadi lama, dan harus dipesan dalam beberapa hari sebelumnya.
‘’Tentu dengan kondisi ini membuat kami mengeluarkan dana lebih besar lagi. Karena dalam sehari harus mengeluarkan yang sampai Rp50 ribu untuk membeli air galon,’’ jelasnya.
Hal senada juga disampaikan pelanggan PDAM bernama Andi. Ia mengaku harus membeli air galon untuk mandi keluarganya. Karena air cadangan di rumahnya berupa sumur cincin yang kotor dan bau, sehingga tak bisa digunakan.
‘’Memang susah betul air sekarang. Karena sudah sepekan ini air PDAM tak mengalir ke rumah pelanggan. Padahal kita bayar mahal dan tambah beli air galon semakin besar pengeluaran kita. Apalagi gaji ASN dan TPP sampai saat ini belum juga cair,’’ ujarnya.
Pantauan di lapangan, kondisi waduk air baku di Wonosari milik Perumda Tirta Terubuk kering dan terlihat dasar tanahnya. Bahkan hujan deras yang terjadi dalam dua hari ini tak mampu menampung air hujan.
Menanggapi kondisi itu, Kabag Teknis Perumda Tirta Terubuk Bengkalis, Harry Kumbara menegaskan, pihaknya terus berupaya menjaga pelayanan distribusi air kepada masyarakat meskipun dalam kondisi terbatas.
Baca Juga: WFH Perdana, Aktivitas Perkantoran di Bengkalis Sepi
‘’Kami akan terus mencari solusi agar distribusi air tetap berjalan. Selain itu, bagi masyarakat yang terdampak, kami siapkan bantuan air bersih secara gratis menggunakan mobil tanki,’’ jelasnya.
Hal senada juga disampaikan Kabag Pelayanan Tengku Syahrial. Dia menjelaskan, pihaknya tengah merumuskan skema penyaluran bantuan air bersih agar tepat sasaran.(ksm)
Editor : Bayu Saputra