Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Antrean BBM di SPBU Pulau Bengkalis Terus Berlanjut dan Makin Mengular

Abu Kasim • Selasa, 5 Mei 2026 | 21:21 WIB
Antrean BBM di SPBU Pulau Bengkalis masih berlanjut dan mengular, Selasa (5/5/2026). Foto Abu Kasim
Antrean BBM di SPBU Pulau Bengkalis masih berlanjut dan mengular, Selasa (5/5/2026). Foto Abu Kasim

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) -- Sampai saat ini kondisi antrean masyarakat untuk mendapatkan BBM bersubsidi jenis pertalite dan solar terus berlanjut. Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagprin) Kabupaten Bengkalis pun mengingatkan masyarakat tidak panik. Karena stok dan kuota BBM untuk Pulau Bengkalis cukup.

Sedangkan dari pantauan di lapangan, sejak SPBU membuka pelayanan penjualan BBM jenis Pertalite langsung diserbu masyarakat untuk mendapatkan BBM. Padahal untuk tingkat pengecer di pinggir jalan sudah merata dijual oleh pedagangnya.

"Kalau di SPBU lebih murah harganya dan selisihnya sampai Rp2-5 ribu per liternya. Makanya kami rela antrean asal dapat yang murah dan volumenya bisa banyak," ucap Yanti.

Baca Juga: Dishub Bengkalis Segera Terapkan E-Ticketing Penyeberangan Ro-Ro

Ia mengaku sudah 1 jam lebih ikut antrean panjang di SPBU Jalan Bantan Senggoro. Karena penjualan BBM di SPBU ini rutin setiap hari, namun anehnya selalu habis cepat.

Sedangkan sampai Selasa (5/5) sekitar pukul 17.00 WIB, ratusan kendaraan roda dua dan empat berjejer antre di SPBU di Jalan Lembaga dan Jalan Bantan untuk mendapatkan BBM bersubsidi.

"Wah ramai dan padat yang mengantrenta. Bahkan mobil tangki BBM sore baru masuk ke SPBU. Makanya kami juga mempertanyakan kenapa lambat sampai, karena mobilnya sudah antre di Roro penyeberangan sebelum jam 12 siang, tapi baru sampai di SPBU hampil pukul 17.00 WIB," ujar Hendri, salah seorang warga Senggoro yang ikut antrean BBM.

Baca Juga: Sudah Sepekan Antrean BBM di Pulau Bengkalis Masih Mengular, Masyarakat Mengeluh

Sementara itu, pengelola SPBU di Jalan Bantan Bengkalis, Ujang mengatakan, bahwa distribusi BBM di lapangan berjalan normal tanpa kendala berarti. Pasokan BBM terus masuk secara rutin.

"Ya, BBM di sini aman, tidak langka. Di SPBU masih tersedia. Kemaren saja kami menerima pasokan sekitar 15.000 liter. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir," ujar Ujang.

Ia menilai, isu kelangkaan BBM yang beredar saat ini lebih banyak dipengaruhi kondisi di daerah lain, sehingga turut memicu kekhawatiran di Bengkalis.

Baca Juga: Besok, Liga Riau Pos - HSBL Series Rengat Dimulai, Dibuka Langsung Bupati Inhu Ade Agus Hartanto 

"Isu yang beredar itu kebanyakan dari daerah seperti Pekanbaru, Bangkinang, Kuansing, dan Pelalawan. Masyarakat di Bengkalis jadi ikut termakan isu. Padahal di sini pasokan tetap masuk dan kami terus menyalurkan hingga ke pelosok," jelasnya.

Meski demikian, Ujang mengakui pihaknya menghadapi tantangan dalam menyeimbangkan distribusi dengan kebijakan barcode yang berlaku saat ini.

"Ya, memang ada sedikit kendala dengan kebijakan barcode, jadi harus bisa menyesuaikan dengan jumlah pasokan yang masuk. Tapi secara umum tidak ada masalah," ujarnya.

Baca Juga: Pemkab–KJRI Bahas Nasib Puluhan Ribu PMI Ilegal Asal Meranti

Sedangkan Kepala Disdagprin Bengkalis, Zulpan, juga memastikan ketersediaan bahan bakar minyak di wilayah Kabupaten Bengkalis dalam kondisi aman dan lancar. Hal ini berlaku baik di Pulau Bengkalis, wilayah daratan, maupun Pulau Rupat.

Menurut Zulpan, hingga saat ini tidak ada dampak dari kondisi distribusi BBM yang terjadi di sejumlah daerah lain seperti Pekanbaru dan sekitarnya. Ia menegaskan bahwa kuota BBM untuk Kabupaten Bengkalis masih mencukupi dan penyalurannya berjalan normal.

"Untuk Kabupaten Bengkalis, stok BBM dalam keadaan aman dan tersedia. Tidak ada imbas dari kondisi di daerah lain. Penyaluran tetap berjalan lancar dan kuota masih seperti biasa," ujarnya.

Baca Juga: Tanggapi Laporan Masyarakat, Propam Polres Kuansing Lakukan Pemeriksaan Seorang Anggota Polisi

Zulpan juga mengimbau, masyarakat agar tidak terpancing isu kelangkaan BBM yang dapat menimbulkan kepanikan. Dirinya menegaskan tidak ada kenaikan harga maupun kekosongan stok yang perlu dikhawatirkan.

"Kami berharap masyarakat tidak resah dan tidak melakukan panic buying. Jangan sampai terjadi penumpukan atau penyimpanan BBM seperti Pertalite dan Solar karena secara keseluruhan kondisi di Bengkalis aman dan terkendali," tegasnya.

Selain itu, ia mengingatkan masyarakat, khususnya pelaku usaha dan kelompok yang bergerak di sektor pertanian, perkebunan, perikanan, transportasi dan lainnya untuk segera mengurus akun aplikasi XStar sesuai ketentuan dari BPH Migas.

Baca Juga: Hasil RUPS, Pemprov Riau Ganti Komisaris dan Direktur PT Jamkrida 

"Masyarakat yang membutuhkan BBM subsidi untuk kegiatan usaha dapat mengajukan melalui dinas terkait. Misalnya sektor perkebunan ke Dinas Perkebunan, perikanan ke Dinas Perikanan, pertanian ke Dinas Pertanian, dan transportasi ke Dinas Perhubungan. Untuk UMKM bisa melalui Dinas Koperasi," jelasnya.

Ia menyebutkan, dengan kondisi tersebut, pemerintah daerah bersama pihak SPBU memastikan distribusi BBM di Kabupaten Bengkalis tetap terjaga dan masyarakat diminta untuk tetap tenang serta bijak dalam menyikapi informasi yang beredar.

 

Editor : Rinaldi
#spbu pulau bengkalis #makin mengular #disdagprin bengkalis #antrean bbm