BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Bupati Bengkalis, Dr H Bagus Santoso memimpin High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam rangka menjaga stabilitas harga bahan pokok dan barang penting menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) Iduladha 1447 Hijriah.
Wabup menegaskan bahwa stabilitas harga keperluan pokok menjadi perhatian serius pemerintah daerah, terlebih di tengah dinamika ekonomi dan politik global yang turut mempengaruhi pergerakan harga barang dan nilai tukar rupiah.
Meski demikian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis optimistis kondisi tersebut tidak akan berdampak signifikan terhadap stabilitas ekonomi daerah apabila seluruh pihak dapat terus memperkuat sinergi dan koordinasi.
Baca Juga: Karyawati Salah Satu Ritel di Duri Bengkalis Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Atasannya
”Pemerintah daerah bersama seluruh instansi terkait harus terus menjaga kestabilan harga, ketersediaan pasokan serta kelancaran distribusi bahan pokok agar masyarakat merasa aman dan nyaman menjelang Iduladha,” ujar Bagus usai memimpin rapat di Kantor Bupati Bengkalis, akhir pekan lalu.
Ia juga menekankan, pengendalian inflasi perlu dilakukan secara terukur dan berkelanjutan guna menjaga daya beli masyarakat tetap stabil.
Baca Juga: Bengkalis Juara 1 Lomba Pantun Malay Youth Summit, Ketua DPRD Riau Kaderismanto Beri Ucapan Selamat
Sementara itu, Ketua Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bengkalis, Sudiro juga mengatakan, inflasi merupakan persoalan yang harus dipahami dan diantisipasi bersama karena berdampak langsung terhadap kondisi ekonomi masyarakat.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Bengkalis, Susi Hartati mengatakan kebutuhan beras masyarakat Kabupaten Bengkalis diperkirakan mencapai 4.266 ton per bulan, sementara total ketersediaan pasokan saat ini mencapai sekitar 8.959 ton per bulan sehingga dinilai masih sangat mencukupi.(ifr/ksm)
Laporan ABU KASIM, Bengkalis
Editor : Arif Oktafian