BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Musibah angin puting beliung yang menerjang di Desa Api-Api, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis, tak hanya merusak bangunan sekolah dan rumah warga, tapi tiang listrik PLN juga ikut tumbang ke jalan, Ahad (7/6/2926).
Tak hanya tiang, namun kondisi angin kencang tersebut juga merusak trafo PLN, sehingga menyebabkan sebagian wilayah masih mengalami pemadaman listrik secara bergilir. Manager ULP PT PLN (Persero) Cabang Bengkalis, Ade Pratama Saputra, yang dikonfirmasi mengatakan, pihaknya langsung bergerak melakukan penanganan setelah menerima laporan kerusakan akibat bencana tersebut.
"Ya, setelah mendapatkan informasi itu, tim PLN Bengkalis langsung ke lokasi kejadian dan saat ini sedang melakukan perbaikan. Untuk penanganan tiang listrik yang rusak. Kami juga sudah meminta bantuan tim dari PLN Dumai yang saat ini sedang dalam perjalanan menuju Desa Api-Api," jelas Ade, Ahad (7/6/2026).
Baca Juga: Wako Agung Nugroho dan Ribuan Warga Meriahkan HUT Ke-242 Pekanbaru di Kulim
Ia menyebutkan, kerusakan jaringan listrik PLN di lokasi kejadian cukup parah. Sedikitnya tiga tiang listrik patah, empat tiang lainnya miring, serta tiga unit trafo mengalami kerusakan.
"Ya, ada tiga tiang yang patah dan empat tiang yang miring. Selain itu terdapat tiga trafo yang mengalami kerusakan dan harus diperbaiki terlebih dahulu sebelum aliran listrik dapat dinormalkan sepenuhnya," ungkapnya.
Menurutnya, akibat kerusakan tersebut, sejumlah pelanggan PLN di Desa Api-Api hingga Ahad sore masih belum mendapatkan pasokan listrik. Sebagian pelanggan memang masih mengalami pemadaman karena proses perbaikan trafo dan jaringan masih berlangsung. Kami berupaya agar penanganan dapat selesai secepat mungkin.
Baca Juga: Baznas Rohil Serahkan Bantuan Rp10 Juta per KK kepada Korban Kebakaran di Bagan Hulu
Sebelumnya, angin puting beliung yang disertai hujan deras menerjang kawasan Jalan Lintas Dumai-Pakning sekitar pukul 08.30 WIB. Bencana tersebut menyebabkan kerusakan berat pada SMPN1 Bandar Laksamana dengan sedikitnya 20 ruang kelas terdampak.
Kepala Desa Api-Api, Zulkifli, menyebut hampir seluruh fasilitas sekolah mengalami kerusakan, mulai dari ruang kelas, kantor, laboratorium hingga rumah dinas kepala sekolah. Selain itu, satu bangunan TK dan tiga rumah warga juga mengalami kerusakan berat.
Meski kerugian diperkirakan mencapai miliaran rupiah, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut karena kejadian berlangsung saat hari libur sekolah.
"Sampai saat ini, pemerintah desa bersama instansi terkait masih melakukan pendataan kerusakan, sementara petugas PLN terus berjibaku memulihkan jaringan listrik agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal," jelasnya.(ksm)
Editor : Edwar Yaman