BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Hujan deras disertai angin kencang serta suara gemuruh, mendadak memecah ketenangan dan mencekam di permukiman masyarakat Jalan Lintas Dumai-Pakning Desa Api-Api, Kecamatan Bandar Laksamana, Ahad (7/6) sekitar pukul 08.30 WIB. Dalam hitungan menit, angin puting beliung menerjang sejumlah bangunan di antaranya, SMPN 1 Bandar Laksamana, sebuah taman kanak-kanak (TK), serta tiga unit rumah warga.
Sontak atap bangunan yang terbuat dari baja ringan beterbangan ke udara. Langit seketika pun dipenuhi material katu, atap dan sampah yang diseret angin naik ke atas. Pepohonan dan tiang listrik PLN pun ikut rusak dan tumbang.
Beruntung, peristiwa ini terjadi saat sekolah dalam kondisi liburan akhir pekan. Sekolah yang awalnya asri berubah drastis. Atap seng terlepas dari rangkanya.
Sementara material bangunan berhamburan ke udara, akibat kuatnya pusaran angin puting beliung yang melanda kawasan tersebut.
Dari pantauan di lapangan, kondisi sekolah tampak memprihatinkan dan porak poranda. Atap bangunan terlepas, dinding dan plafon rusak, sementara puing-puing material berserakan di halaman sekolah.
Selain merusak fasilitas pendidikan, angin puting beliung juga menyebabkan kerusakan pada tiga rumah warga di sekitar lokasi. Beruntung, kejadian tidak ada aktivitas belajar mengajar di sekolah. Sehingga tidak ada korban jiwa maupun korban luka dari siswa dalam kejadian tersebut.
Baca Juga: Polres Bengkalis Kawal Penanganan Bencana Puting Beliung di Desa Api-Api
Pemerintah desa bersama instansi terkait masih melakukan pendataan untuk menghitung total kerugian akibat bencana tersebut.
Berita dan informasi serta rekaman video beredar luas di media sosial yang memperlihatkan kondisi sekolah setelah diterjang cuaca ekstrem tersebut. Beberapa bangunan tampak kehilangan atap, sedangkan serpihan seng, kayu, dan rangka bangunan menutupi sebagian area sekolah.
Kerusakan yang ditimbulkan dari musibah tersebut, menyisakan pemandangan memilukan bagi pihak sekolah. Fasilitas yang setiap hari digunakan siswa untuk menimba ilmu kini dipenuhi reruntuhan akibat terjangan puting beliung.
Camat Bandar Laksamana, Rizki Afriandi membenarkan kejadian tersebut. Pemerintah kecamatan bersama instansi terkait langsung bergerak melakukan penanganan di lokasi terdampak. “Kami sudah berkoordinasi dengan tim pemadam kebakaran dan pihak terkait untuk fokus membantu membersihkan pohon-pohon yang tumbang akibat angin puting beliung,” ujar Rizki.
Selain merusak bangunan sekolah, angin kencang juga menumbangkan sejumlah pohon yang sempat menghambat aktivitas transportasi warga di beberapa titik. “Alhamdulillah, untuk lalu lintas jalan saat ini sudah berjalan sebagaimana mestinya setelah dilakukan penanganan terhadap pohon yang tumbang,” ujarnya.
Baca Juga: Angin Puting Beliung Tumbangkan Tiang Listrik di Desa Api-Api Kecamatan Bandar Laksamana
Terkait kemungkinan adanya korban jiwa maupun korban luka, Rizki mengatakan pihaknya belum dapat memastikan. Karena proses pemeriksaan masih berlangsung di tengah cuaca yang belum sepenuhnya membaik.
Sedangkan Kepala Desa Api-Api, Zulkifli, mengatakan bahwa pihaknya bersama warga saat ini masih melakukan evakuasi dan pendataan terhadap bangunan yang terdampak.
“Ya, seluruh ruangan SMPN 1 Bandar Laksamana, termasuk bangunan TK dan tiga rumah warga, mengalami kerusakan parah akibat angin puting beliung pagi tadi,” ujarnya.
Menurut Zulkifli, sedikitnya 20 ruang di SMPN 1 Bandar Laksamana terdampak. Mulai dari ruang kelas, kantor, laboratorium hingga rumah dinas kepala sekolah.
“Kalau dilihat secara dekat kerusakannya cukup berat. Banyak fasilitas sekolah yang tidak bisa digunakan lagi,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala SMPN 1 Bandar Laksamana, Yorafitriyani, mengaku terkejut. Karena dirinya seorang diri di rumah dinas saat angin puting beliung menerjang kawasan sekolah.
“Ya, saya tidak berani keluar karena anginnya sangat kencang dan listrik padam. Setelah reda, saya melihat hampir seluruh ruangan sekolah rusak dan hancur. Kerugian diperkirakan mencapai miliaran rupiah,” ujarnya.
Akibat kerusakan tersebut, katanya lagi, besok (Senin) pihak sekolah terpaksa meliburkan sementara aktivitas belajar mengajar. Proses evakuasi dan penyelamatan dokumen serta inventaris sekolah masih terus dilakukan.
“Kami berharap pemerintah segera memberikan bantuan karena pekan depan siswa dijadwalkan mengikuti ujian. Diperlukan langkah cepat agar proses pendidikan tidak terganggu,” harapnya.
Sementara itu, Manager ULP PT PLN (Persero) Cabang Bengkalis, Ade Pratama Saputra, yang dikonfirmasi mengatakan, pihaknya langsung bergerak melakukan penanganan setelah menerima laporan kerusakan akibat bencana tersebut.
“Ya, setelah mendapatkan informasi itu, tim PLN Bengkalis langsung ke lokasi kejadian dan saat ini sedang melakukan perbaikan. Untuk penanganan tiang listrik yang rusak, kami juga sudah meminta bantuan tim dari PLN Dumai yang saat ini sedang dalam perjalanan menuju Desa Api-Api,” jelas Ade, Ahad (7/6).
Ia menyebutkan, kerusakan jaringan listrik PLN di lokasi kejadian cukup parah. Sedikitnya tiga tiang listrik patah, empat tiang lainnya miring, serta tiga unit trafo mengalami kerusakan.
“Ya, ada tiga tiang yang patah dan empat tiang yang miring. Selain itu terdapat tiga trafo yang mengalami kerusakan dan harus diperbaiki terlebih dahulu sebelum aliran listrik dapat dinormalkan sepenuhnya,” ungkapnya.
Menurutnya, akibat kerusakan tersebut, sejumlah pelanggan PLN di Desa Api-Api hingga Ahad sore masih belum mendapatkan pasokan listrik. Sebagian pelanggan memang masih mengalami pemadaman karena proses perbaikan trafo dan jaringan masih berlangsung. Kami berupaya agar penanganan dapat selesai secepat mungkin.
Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Bengkalis Hadi Prasetyo juga mengatakan, untuk proses belajar mengajar akan tetap dilakukan. Pasalnya para siswa sedang mengikuti ujian akhir semester atau kenaikan kelas.
“Tetap dilaksanakan. Mungkin dipindahkan ke tempat lain dan kami masih mempertimbangkan lokasinya belajarnya di mana. Karena kerusakan sekolah akibat kejadiannya sangat parah. Hampir 90 persen sekolah mengalami kerusakan,” jelasnya.(ksm)
Editor : Arif Oktafian