BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Bencana alam berupa angin puting beliung yang memporak porandakan sejumlah bangunan serta jaringan listrik di Desa Api-api, Kecamatan Bandar Laksamana, Bengkalis menimbulkan keprihatinan masyarakat. Bahkan bantuan untuk para korban terus berdatangan.
Camat Bandar Laksamana, Risky Afriandy, usai kejadian sempat menggelar rapat darurat langsung digelar di lokasi terdampak. Tak ada lagi sekat birokrasi atau formalitas pada hari itu.
‘’Ini urusan kemanusiaan dan masa depan anak-anak kita. Kita tidak bisa menunggu besok,’’ ujar Risky, Senin (8/6).
Baca Juga: Kalapas Bengkalis Ajak Pegawai Jaga Integritas Jalankan Tugas
Hasil dari gerak cepat itu, sore itu juga jalan lintas yang sempat lumpuh total akibat pohon tumbang berhasil dievakuasi lewat gotong royong antara aparat kepolisian, TNI, Damkar, Satpol PP, dan masyarakat setempat.
Ujian untuk 135 siswa SMP Negeri 1 Bandar Laksamana yang rencananya dijadwalkan berlangsung, Senin (8/6) terpaksa ditunda. Kerusakan berat yang terjadi pada sejumlah ruang kelas membuat proses belajar mengajar dan pelaksanaan ujian tidak mungkin dilakukan di lingkungan sekolah. Tidak hanya bangunan yang mengalami kerusakan, sejumlah dokumen penting sekolah juga terdampak. Soal-soal ujian yang telah dipersiapkan untuk siswa kelas VII dan VIII dilaporkan rusak dan basah akibat hujan yang masuk ke dalam ruangan setelah atap sekolah diterbangkan angin kencang.
Baca Juga: Harga Emas di Pulau Bengkalis Capai Rp9 Juta Per Chi
Koordinator Wilayah Pendidikan Kecamatan Bukit Batu dan Bandar Laksamana, Suroto mengatakan, penundaan ujian merupakan langkah yang harus diambil demi memastikan pelaksanaan ujian berjalan dengan baik dan tertib. Menurutnya, pihak sekolah bersama Dinas Pendidikan telah mencari solusi agar hak siswa untuk mengikuti ujian tetap terpenuhi.
‘’Sebanyak 135 siswa yang terdiri dari 63 siswa kelas VII dan 73 siswa kelas VIII akan mengikuti ujian kenaikan kelas pada Rabu (10/6). Pelaksanaannya dipindahkan ke SD Negeri 1 Bandar Laksamana karena fasilitas sekolah mengalami kerusakan akibat diterjang angin topan,’’ jelas Suroto.
Baca Juga: Atap Bangunan SMP dan TK Terbang Digulung Puting Beliung di Bengkalis
Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar mengatakan, dari peristiwa angin puting beliung, sedikitnya dua fasilitas pendidikan dan tiga rumah warga mengalami kerusakan. Di SMPN 1 Bandar Laksamana, kerusakan meliputi tiga gedung belajar yang terdiri dari sembilan ruang kelas, laboratorium IPA, gudang, perpustakaan, ruang baca, rumah dinas guru, musala, serta ruang kepala sekolah dan guru. Kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp5 miliar.
TK Negeri 1 Bandar Laksamana mengalami kerusakan pada satu gedung belajar yang terdiri dari dua ruang kelas dengan estimasi kerugian sekitar Rp30 juta.(ksm)
Editor : Arif Oktafian