BENGKALIS (RIAUPOS CO) - Perubahan cuaca yang cenderung ekstrem, membuat nyamuk demam berdarah dengue (DBD) di wilayah pesisir Pulau Bengkalis sangat cepat berkembang biak. Bahkan ada 3 warga Desa Kembung Luar, Kecamatan Bantan terinfeksi DBD dan sempat dirawat di RSUD Bengkalis.
Bahkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bengkalis juga mengeluarkan peringatan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca yang tidak menentu dalam beberapa pekan terakhir.
Pergantian cuaca antara hujan dan panas terik, dinilai berpotensi meningkatkan risiko berbagai penyakit, termasuk Demam Berdarah Dengue (DBD). Tercatat selama periode Januari-Mei 2026 kasus DBD mencapai 349 kasus.
Baca Juga: Demokrat Kuansing Target Jadi Pemenang Pileg 2029, Optimistis Tambah Kursi DPRD
Sedangkan kejadian DBD di Desa Kembung Luar, sampai saat ini belum ada penangananya dari pihak terkait, sehingga masyarakat khawatir akan bertambahnya korban DBD.
"Ya, sudah ada tiga orang yang terserang DBD dan sudah di rawat di RSUD Bengkalis. Bahkan anak saya baru pulang dari RSUD, dirawat karena diserahkan DBD," ujar Ahban, salah seorang warga Desa Kembung Luar, Jumat (12/6/2026).
Ia mengaku khawatir dengan perkembangan kasus DBD di desanya, karena sepekan sudah tiga orang terjangkit DBD. Kalau tak segera ditangani, maka ini akan membahayakan nyawa masyarakat.
"Jadi kami mintak Pemkab Bengkalis melalui Dinas Kesehatan segera turun ke lapangan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang bahaya DBD. Bahkan kami juga minta segera dilakukan fogging atau menyebarkan bubuk Abate," harapnya.
Sedangkan Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kabupaten Bengkalis, Ermanto melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Irawadi yang dikonfirmasi mengatakan, perubahan cuaca yang terjadi saat ini dapat memengaruhi kondisi kesehatan masyarakat karena berdampak pada menurunnya daya tahan tubuh.
“Perubahan cuaca yang cepat membuat daya tahan tubuh menjadi lebih rentan. Kami mengimbau masyarakat untuk lebih menjaga kesehatan, memperhatikan kebersihan lingkungan, serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Irawadi, Jumat (12/6/2026).
Baca Juga: Diskominfotik Bengkalis Bersama ISP Tinjau Titik Target Perapian Kabel FO
Menurutnya, kondisi cuaca yang berubah-ubah dapat memicu munculnya berbagai penyakit, mulai dari influenza, demam, batuk pilek, diare, hingga penyakit yang ditularkan melalui nyamuk seperti DBD.
Karena itu, Dinkes Bengkalis mengajak masyarakat untuk menjaga pola makan dengan gizi seimbang, memperbanyak konsumsi air putih, berolahraga secara teratur, serta memastikan waktu istirahat yang cukup agar sistem imun tetap terjaga.
“Kami juga mengingatkan masyarakat agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala penyakit yang tidak kunjung membaik. Penanganan dini sangat penting untuk mencegah kondisi yang lebih serius,” katanya.
Selain menjaga kesehatan pribadi, Dinkes juga menekankan pentingnya upaya pencegahan penyakit berbasis lingkungan, terutama dalam mengantisipasi meningkatnya kasus DBD di tengah musim hujan yang masih terjadi di sejumlah wilayah.
Irawadi menjelaskan bahwa masyarakat perlu secara rutin melaksanakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan menerapkan gerakan 3M, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah penyimpanan air, serta mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
“Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan. Dengan langkah-langkah sederhana seperti menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan PSN secara rutin, risiko penyebaran penyakit dapat diminimalkan,” ujarnya.
Baca Juga: Seorang Ibu Rumah Tangga di Penyengat Siak Tewas Diserang Buaya
Dinkes Bengkalis juga memastikan seluruh puskesmas dan fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Bengkalis tetap siaga memberikan pelayanan kepada masyarakat, sekaligus terus mengintensifkan edukasi kesehatan sebagai langkah antisipasi menghadapi dampak perubahan cuaca.
Berdasarkan data Dinkes Kabupaten Bengkalis, jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) selama periode Januari hingga Mei 2026 mencapai 349 kasus.
Kecamatan Bengkalis menjadi wilayah dengan kasus tertinggi, yakni sebanyak 110 kasus, disusul Kecamatan Mandau 67 kasus, Kecamatan Bantan 43 kasus, Kecamatan Bathin Solapan 39 kasus, Kecamatan Rupat 29 kasus, Kecamatan Siak Kecil 21 kasus, serta Kecamatan Bukit Batu 18 kasus.
Baca Juga: PTPN IV dan Pemko Pekanbaru Perkuat Kolaborasi Bangun Kota Berkelanjutan
Dengan tingginya angka kasus tersebut, masyarakat diminta tidak mengabaikan perubahan cuaca yang terjadi dan bersama-sama meningkatkan kewaspadaan guna mencegah penyebaran penyakit di lingkungan masing-masing.
“Kesehatan adalah tanggung jawab bersama. Jika masyarakat disiplin menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup sehat, maka risiko penyakit akibat perubahan cuaca maupun DBD dapat ditekan,” ujar Irawadi.
Editor : M. Erizal