BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Pada akhir pekan kemarin yang juga masih dalam suasana libur sekolah, penyeberangan kapal Ro-Ro Bengkalis padat. Antrean panjang terjaring. Selain banyaknya calon penumpang juga diperparah dengan pelayanan kapal Ro-Ro yang hanya beroperasi tiga kapal dari lima kapal yang biasanya tersedia.
Antrean panjang kendaraan terjadi di Pelabuhan Ro-Ro Air Putih Bengkalis dan Pelabuhan Sungai Selari, Kecamatan Bukit Batu. Antrean baik kendaraan roda dua maupun roda empat dan juga kendaraan pengangkut barang sembako dan barang-barang lainnya itu sudah terjadi sejak Jumat (3/7) sore.
Kepadatan itu, dipicu oleh rusaknya dua armada kapal penyeberangan, meningkatnya mobilitas masyarakat karena berbagai kegiatan di Bengkalis, serta perpanjangan masa libur sekolah.
Baca Juga: Pengadilan Negeri dan Kejari Bengkalis Gelar Sidang Tilang Keliling
”Sudah lima jam mengantre tak juga masuk ke dalam Ro-Ro. Penumpang padat, tapi kapal yang beroperasi sedikit, maka antrean tak bisa dielakkan dan harus sabar menunggu,” ujar Andi, pengguna penyeberangan kapal Ro-Ro Bengkalis, Ahad (5/7).
Kepala Bidang Pelayaran Dishub Bengkalis, Edi Kurniawan, mengatakan saat ini hanya tiga armada yang dapat melayani penyeberangan, yakni KMP Swarna Putri, KMP Permata Lestari 3, dan KMP Mutiara Pertiwi.
”Ya, sejak Jumat sore sempat terjadi tiga kapal mengalami gangguan sehingga hanya dua kapal yang beroperasi. Namun satu kapal berhasil diperbaiki dalam waktu singkat sehingga kembali beroperasi. Saat ini kapal yang masih mengalami kerusakan adalah KMP Bahari dan KMP Sereia Domar,” jelas Edi, Ahad (5/7).
Baca Juga: Ratusan Masyarakat Nikmati Durian di Festival Durian Bengkalis
Ia menyebutkan, dengan hanya tiga armada yang beroperasi, waktu tunggu penyeberangan diperkirakan mencapai sekitar enam jam. Kondisi tersebut terjadi baik di Pelabuhan Air Putih maupun Pelabuhan Sungai Selari.
”Dengan tiga armada yang beroperasi, antrean memang lebih panjang dibandingkan kondisi normal. Untuk hari ini kami memperkirakan waktu tunggu bisa mencapai enam jam,” jelasnya.
Menurutnya, proses perbaikan KMP Sereia Domar masih belum dapat dipastikan selesai. Meski suku cadang telah tersedia dan sempat dipasang, hasil uji coba masih belum berhasil.
Sementara itu, KMP Bahari diperkirakan memerlukan waktu perbaikan sekitar tiga hingga empat hari. Namun, estimasi tersebut juga belum bisa dipastikan karena kerusakan terjadi pada mesin utama dan suku cadang yang dibutuhkan masih belum tersedia.
”Sereia Domar sudah sempat dilakukan pemasangan suku cadang, tetapi saat diuji coba kembali mengalami kendala. Sedangkan Bahari mengalami kerusakan pada mesin utama sehingga membutuhkan waktu perbaikan sekitar tiga sampai empat hari, bahkan bisa lebih lama karena suku cadangnya belum tersedia,” ujarnya.
Baca Juga: Bea Cukai Sita 652 Unit Handphone Bekas Merek iPhone yang Dibawa Menggunakan MV Oceanna 5
Sebelum dua kapal tersebut mengalami kerusakan, Dishub bersama operator sempat mengoperasikan lima armada pada Jumat untuk mengantisipasi lonjakan penumpang dari kedua sisi penyeberangan.
”Pada Jumat pagi, hingga siang kami sempat mengoperasikan lima kapal agar pelayanan lebih cepat. Namun pada sore harinya Bahari dan Sereia Domar mengalami kerusakan sehingga langsung keluar dari lintasan,” katanya.(yls)
Laporan ABU KASIM, Bengkalis
Editor : Arif Oktafian