Diana Rita H Kembangkan Batik Bukitbatu sebagai Identitas Daerah 

Tim Redaksi • Dipublikasikan Sabtu, 25 Juli 2026 | 11:27 WIB
Assistant Manager Komunikasi dan TJSL PT PLN (Persero) UIP Sumbagteng Mu­ham­mad Jamil berbincang dengan penenun Ba­tik Bukitbatu Diana Rita H MPd, beberapa waktu lalu. (PT PLN (Persero) untuk riau pos)
Assistant Manager Komunikasi dan TJSL PT PLN (Persero) UIP Sumbagteng Mu­ham­mad Jamil berbincang dengan penenun Ba­tik Bukitbatu Diana Rita H MPd, beberapa waktu lalu. (PT PLN (Persero) untuk riau pos)

 

RIAUPOS.CO - Berawal dari kecintaannya terhadap seni batik dan keinginan untuk memperkenalkan daerahnya kepada masyarakat yang lebih luas, Diana Rita H MPd berhasil mengembangkan Batik Bukitbatu sebagai salah satu identitas budaya Kecamatan Bukitbatu, Kabupaten Bengkalis. Melalui karya-kar­yanya, Diana tidak hanya melestarikan warisan budaya, tetapi juga membuka ruang pemberdayaan bagi masyarakat, khususnya perempuan, melalui keterampilan membatik.

Selain dikenal sebagai Ketua TP PKK Kecamatan Bukitbatu, Diana juga merupakan seorang pengrajin batik yang telah lama mendalami seni membatik. Berbekal pengetahuan dan pengalaman yang dimilikinya, ia bertekad menghadirkan motif-motif batik yang mengangkat kekayaan alam, budaya, dan kearifan lokal Bukitbatu sebagai ciri khas yang membedakannya dari batik daerah lain.

”Saya ingin ketika orang melihat atau mengenakan Batik Bukitbatu, mereka langsung mengenal daerah kami. Setiap motif memiliki cerita tentang Bukitbatu, sehingga batik bukan hanya menjadi kain, tetapi juga media untuk memperkenalkan identitas daerah,” ujar Diana.

Baca Juga: Inspektur Imipas Beri Penguatan Integritas dan Tekad Anti Gratifikasi 

Perjalanan tersebut tidak selalu mudah. Di awal pengembangannya, Batik Bukitbatu masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari terbatasnya sarana produksi, pengembangan motif, hingga akses pemasaran yang belum optimal. Di sisi lain, minat masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap batik lokal juga masih perlu terus ditumbuhkan agar warisan budaya tetap lestari.

Berbekal semangat untuk menjaga budaya sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Diana mulai mengajak perempuan-perempuan di Kecamatan Bukitbatu untuk belajar membatik. Melalui kegiatan tersebut, batik tidak hanya menjadi upaya pelesta­rian budaya, tetapi juga menjadi peluang ekonomi yang mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Dalam perjalanannya, kelompok Batik Bukitbatu mendapat dukungan pembinaan dari PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Tengah (PLN UIP Sumbagteng) melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli. Program ini merupakan wujud komitmen PLN dalam mendukung pelestarian budaya sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

Baca Juga: Grand Zuri Duri Rayakan Hari Anak Nasional

Melalui program pembinaan tersebut, kapasitas kelompok Batik Bukitbatu terus diperkuat, baik dari sisi peningkatan keterampilan, kualitas produk, maupun pengembangan usaha. Duku­ngan tersebut menjadi motivasi bagi para pengrajin untuk terus berinovasi dan menghasilkan karya-karya batik yang mampu bersaing serta semakin dikenal oleh masyarakat luas.

Kini, Batik Bukitbatu tidak hanya menjadi hasil kerajinan, tetapi telah berkembang menjadi simbol kebanggaan masyarakat Kecamatan Bukitbatu. Berbagai motif khas yang terinspirasi dari kekayaan alam dan budaya lokal menjadi identitas yang memperkuat citra daerah sekaligus membuka peluang ekonomi bagi para perajinnya.

Kisah Diana Rita H menjadi bukti bahwa kecintaan terhadap budaya dapat melahirkan perubahan yang nyata. Dengan dukungan PLN UIP Sumbagteng melalui Program TJSL PLN Peduli, Batik Bukitbatu terus berkembang sebagai warisan budaya yang tidak hanya lestari, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat, sekaligus memperkenalkan nama Bukitbatu kepada khalayak yang lebih luas.(adv)

 

Editor : Arif Oktafian
diana rita h batik bukitbatu bukitbatu bengkalis